Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala UPTD Museum Kretek Kasman mengatakan, anggaran yang didapatkan Museum Kretek biasanya hanya berkisar di nominal Rp 500 juta. Jumlah tersebut digunakan untuk keperluan gaji outsourcing, perawatan taman, serta tagihan-tagihan seperti air, listrik, dan sebagainya.
"Hingga kini belum ada dana pengembangan," ucapnya, Kamis (4/7/2019).
Padahal, target pendapatan yang dibebankan hampir Rp 1 miliar per tahunnya. Meski demikian, target pertahunnya tetap tercapai. "Kami selalu berupaya mencapai target yang dibebankan, dan tercapai," katanya.
Pihak pengelola juga tetap berupaya menambah koleksi dengan menggandeng pelaku industri kretek di Kabupaten Kudus. Pembicaraan dengan beberapa perusahaan rokok telah dilangsungkan. Di antaranya PT Djarum melalui Djarum Bakti Budaya serta dengan PR Sukun.
"Pembicaraan informal telah terjalin terkait penambahan koleksi," katanya.
Hanya, pihak pengusaha rokok meminta agar pengelola menyurati Persatuan Pengusaha Rokok Kudus (PPRK) terlebih dahulu. Dengan tujuan agar para pengusaha rokok di Kota Kretek, tahu konsep pengembangan satu-satunya museum kretek yang ada di Indonesia tersebut.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



