Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Camat Jekulo Kudus Wisnu Brata Jayawardhana meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana selaku pengelola bendungan untuk memperhatikan masalah tersebut. Harapannya, para petani di daerah Mejobo dan Jekulo yang terdampak langsung tetap dapat menjalankan aktivitas bercocok tanam.

"Kami tahu betul tujuannya untuk sertifikasi, hanya mohon diperhitungkan untuk irigrasi petani," katanya.

Meski begitu, Wisnu berharap proses pengeringan bendungan bisa berjalan lancar. Apalagi pengeringan tersebut bertujuan untuk pengecekan dan evaluasi terakhir kondisi bendungan guna mendapatkan sertifikasi kelayakan dan keamanan.

"Semoga ada jalan keluarnya dan dua-duanya bisa berjalan dengan baik," tandasnya.

Sementara Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Serang, Lusi, dan Juana (Seluna) Noviyanto menyatakan, pengeringan Bendungan Logung tidak dilakukan secara total. Dengan harapan, sisa stok air yang ada bisa dimanfaatkan untuk irigasi lahan persawahan pada MT I mendatang.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar air di bendungan tidak dihabiskan secara total," katanya.

Pihaknya berharap, pengeringan bisa dilakukan secara bertahap hingga memasuki MT I di Oktober 2019 nanti.  Sedang pada  bulan berikutnya, diperkirakan sudah turun hujan. Sehingga kebutuhan air lahan pertanian juga akan terbantu.
Pihaknya berharap, pengeringan bisa dilakukan secara bertahap hingga memasuki MT I di Oktober 2019 nanti.  Sedang pada  bulan berikutnya, diperkirakan sudah turun hujan. Sehingga kebutuhan air lahan pertanian juga akan terbantu."Semoga bisa sesuai harapan," lanjutnya.Data dari BPSDA Seluna, lahan sawah tersedia yang  selama ini memanfaatkan air irigasi dari Logung mencapai 2.805 hektare. Dengan adanya pengosongan air bendungan yang diperkirakan membutuhkan waktu selama tiga bulan, maka suplai air irigasi untuk MT II tahun 2020 tidak ada persoalan.Sebelumnya, Kepala Satker Pembangunan Bendungan BBWS Pemali Juwana, Ign Carya Andi mengatakan, Bendungan Logung hingga kini masih dalam masa pemeliharaan. Desember 2019 nanti dilakukan Final Hand Over (FHO).“Butuh waktu masing- masing sekitar dua hingga tiga bulan untuk pengosongan dan pengisian kembali,” jelas Andi didampingi Konsultan Bendungan Logung,  Dodhy Indrawirawan beberapa waktu lalu. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler