Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pusat kuliner juga dimungkinkan bisa berkembang pada area tersebut. Penataan serta pengkajian tentunya akan dilakukan, supaya tidak menghilangkan fungsi utama pedestrian. Yakni untuk berjalan kaki masyarakat.

“Sudah saatnya Kudus punya trotoar dan kawasan jalur pedestrian yang representatif,” kata Tamzil saat menjadi narasumber Jagong Pelataran bersama PWI Kudus dengan tema Masa Depan Pedestrian Kudus, Rabu (24/7/2019) semalam.

Baca Juga: Pemkab Kudus Alokasikan Rp 90 Miliar Bangun Kawasan Pedestarian di Kota Kretek

Ia menjelaskan, rintisan tersebut dimungkinkan akan dimulai pada tahun 2020 mendatang. Pembangunan akan dimulai pada dua titik, yakni pada Jalan Sunan Kudus dan Jalan Lingkar Utara Panjang. Sedang Jalan Loekmono Hadi dan Jalan Dokter Ramelan akan menyusul setelahnya.

“Kita kaji serinci mungkin supaya tidak ada pihak yang dirugikan nantinya,” lanjut Tamzil.

Khusus pedestrian di Jalan Sunan Kudus, dimungkinkan akan terintegrasi dengan kawasan river tourism Kali Gelis. Penataan bantaran sungai juga segera dimulai. Mengingat lelang yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana telah rampung..

“Tahap awal pencanangan river tourism akan dianggarkan Rp 10 miliar,” lanjut Tamzil.
“Tahap awal pencanangan river tourism akan dianggarkan Rp 10 miliar,” lanjut Tamzil.Sementara Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Heru Subiyantoko mengatakan, pendanaan pembangunan akan melalui APBN dengan alokasi anggaran mencapai Rp 70 miliar.“Pengerjaan, ditargetkan pada tahun 2020 mendatang,” kata  Heru.Panjang pedestrian pada sisi kiri dan kanan Jalan Lingkar Utara Panjang- perempatan UMK berada di angka 1,950 kilometer dengan lebar masing- masing 6 meter. Sedang di Jalan Sunan Kudus yang dimulai dari timur jembatan Sungai Gelis hingga barat Alun- alun Simpang Tujuh dengan panjang 570 meter.“Taman, lampu hias, kursi, tempat cuci tangan, kuliner dan lahan parkir juga akan dibangun di sana,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler