Peningkatan pada permintaan tera atau ukur timbangan kian hari juga kian meningkat. Dengan fenomena seperti ini, pihaknya yakin target Kudus sebagai kota tertib ukur bisa tercapai. Setelah sebelumya beberapa pasar di Kota Kretek mendapatkan predikat tertib ukur.
“Kami maksimalkan peluang ini, pedagang sudah mulai sadar pentingnya tera pada timbangannya,” ucap Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti melalui Kasi Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Atok Darmobroto, Kamis (1/8/2019) siang.
Penggratisan biaya antar jemput timbangan untuk ditera kemudian direparasi juga dilakukan. Dengan harapan, animo pedagang untuk menerakan timbangannya terus meningkat seiring berkembangnya waktu
“Untuk biaya teranya gratis, sedang yang perlu direparasi, harga dipatok pihak ketiga,” lanjutnya.
Sistemnya adalah, petugas tera dari dinas akan datang untuk menera terlebih dahulu. Jika ditemukan kerusakan dan perlu reparasi maka aka ditawarkan jasa angkut timbangan secara gratis. Sedang untuk perbaikan, harganya akan disesuaikan dengan seberapa berat kerusakannya.
“Karena kami memang masih bekerjasama dengan pihak ketiga untuk hal reparatornya, kami belum punya ahli reparatornya,” ucap Atok.
Sedang alat ukur atau timbangan yang lolos tera akan diberikan segel tera untuk membuktikan kesesuaian timbangan. Penekanan dengan menggunakan stiker bertuliskan lolos uji tera juga dilakukan untuk meyakinkan pelanggan jika timbangan telah sesuai.
“Jadi masyarakat bisa mengetahuinya,” lanjutnya.
Peneraan pada beberapa pasar juga telah dilakukan secara bertahap. Beberapa pasar di bawah naungan pemerintahan juga telah dilakukan peneraan. Diantaranya pasar Pasar Bitingan yang berjumlah 407 pedagang, di Pasar Kliwon berjumlah 184 pedagang, Pasar Jekulo 263 pedagang, dan Pasar Brayung 80 pedagang.“Penereaan dilaksanakan mulai bulan April kemarin,” jelasnya.Sedang terbaru, beberapa pasar tambahan seperti Pasar Mijen, Pasar Jember, serta Pasar Piji telah dilakukan peneraan di awal bulan Juni hingga akhir Juli kemarin. Tercatat 377 pedagang telah ditera timbangannya.“Dengan rincian 147 pedagang Pasar Mijen, 127 Pasar Jember, dan 103 pedagang Pasar Piji,” rinci Atok.Agenda selanjutnya, pihaknya akan merambah pada sektor swasta. Penjadwalan pengukuran pada alat ukur di tiga perusahaan swasta juga telah dilakukan. Pelaksanaannya akan dirapungkan dua hingga tiga hari kedepan.“Kami sudah agendakan, perlahan tapi pasti secara keseluruhan akan ditera,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi
MURIANEWS.com, Kudus – Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Kudus terus mengupayakan tercapainya Kudus Tertib Ukur pada 2021 mendatang. Sistem jemput bola, baru-baru ini dilakukan dan terbukti cukup efektif.
Peningkatan pada permintaan tera atau ukur timbangan kian hari juga kian meningkat. Dengan fenomena seperti ini, pihaknya yakin target Kudus sebagai kota tertib ukur bisa tercapai. Setelah sebelumya beberapa pasar di Kota Kretek mendapatkan predikat tertib ukur.
“Kami maksimalkan peluang ini, pedagang sudah mulai sadar pentingnya tera pada timbangannya,” ucap Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti melalui Kasi Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Atok Darmobroto, Kamis (1/8/2019) siang.
Penggratisan biaya antar jemput timbangan untuk ditera kemudian direparasi juga dilakukan. Dengan harapan, animo pedagang untuk menerakan timbangannya terus meningkat seiring berkembangnya waktu
“Untuk biaya teranya gratis, sedang yang perlu direparasi, harga dipatok pihak ketiga,” lanjutnya.
Sistemnya adalah, petugas tera dari dinas akan datang untuk menera terlebih dahulu. Jika ditemukan kerusakan dan perlu reparasi maka aka ditawarkan jasa angkut timbangan secara gratis. Sedang untuk perbaikan, harganya akan disesuaikan dengan seberapa berat kerusakannya.
“Karena kami memang masih bekerjasama dengan pihak ketiga untuk hal reparatornya, kami belum punya ahli reparatornya,” ucap Atok.
Sedang alat ukur atau timbangan yang lolos tera akan diberikan segel tera untuk membuktikan kesesuaian timbangan. Penekanan dengan menggunakan stiker bertuliskan lolos uji tera juga dilakukan untuk meyakinkan pelanggan jika timbangan telah sesuai.
“Jadi masyarakat bisa mengetahuinya,” lanjutnya.
Peneraan pada beberapa pasar juga telah dilakukan secara bertahap. Beberapa pasar di bawah naungan pemerintahan juga telah dilakukan peneraan. Diantaranya pasar Pasar Bitingan yang berjumlah 407 pedagang, di Pasar Kliwon berjumlah 184 pedagang, Pasar Jekulo 263 pedagang, dan Pasar Brayung 80 pedagang.
“Penereaan dilaksanakan mulai bulan April kemarin,” jelasnya.
Sedang terbaru, beberapa pasar tambahan seperti Pasar Mijen, Pasar Jember, serta Pasar Piji telah dilakukan peneraan di awal bulan Juni hingga akhir Juli kemarin. Tercatat 377 pedagang telah ditera timbangannya.
“Dengan rincian 147 pedagang Pasar Mijen, 127 Pasar Jember, dan 103 pedagang Pasar Piji,” rinci Atok.
Agenda selanjutnya, pihaknya akan merambah pada sektor swasta. Penjadwalan pengukuran pada alat ukur di tiga perusahaan swasta juga telah dilakukan. Pelaksanaannya akan dirapungkan dua hingga tiga hari kedepan.
“Kami sudah agendakan, perlahan tapi pasti secara keseluruhan akan ditera,” tandasnya.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi