Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kasus terbanyak adalah kebakaran lahan tebu. Disusul kebakaran rumah, gudang, hingga SPBU mini. Kebakaran kandang ayam serta kebun bambu juga sempat melada Kota Kretek

Untuk spesifikasi pada bulan Juli, terjadi 12 kebakaran ladang tebu. Serta terdapat lima rumah dan dua gudang yang terbakar. Sedang kejadian bulan Agustus, menimpa tiga ladang tebu, dua rumah, dan satu buah kios di Pasar Bitingan Kudus yang baru saja terbakar kemarin.

“Sedang hingga 5 Agustus 2019 kasus kebakaran mencapai 69 kasus,” ucap Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, Wiyoto Willy, Selasa(6/8/2019) pagi.

Yoto memperkirakan jumlah tersebut bisa terus bertambah. Mengingat cuaca panas dan kering masih menyelimuti Kota Kretek. Total kebakaran tahun ini juga berpotensi memecahkan angka kebakaran sepanjang 2018. Yakni sebanyak 91 kasus kebakaran.

“Bisa saja terus meningkat. Dibanding bencana lainnya, kasus kebakaran di Kudus menempati urutan pertama yang perlu mendapatkan perhatian,” lanjutnya.

Berbagai langkah tentunya dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan Unit Siaga Darurat dan Bencana 112 (U-Garuda 112). “Laporan warga ke 112 terbilang cukup cepat. Saat ada kebakaran, mereka langsung menelfon 112,” sambungnya.

Pihaknya juga mendorong adanya satuan tugas (satgas) dengan anggota hingga lingkup kecil. Yakni di lingkungan RT ataupun RW. Dengan tujuan membantu memadamkan api sementara jika terjadi kebakaran di sekitarnya. Sembari menunggu petugas datang ke lokasi.“Mereka juga bisa membantu mengevakuasi korban kebakaran ,” terangnya.Hingga kini, keberadaan U-112 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Penaganan tak hanya melulu soal kebakaran. Melainkan juga evakuasi warga sakit, penderita gangguan jiwa, evakuasi jenazah, gas bocor dan binatang buas.“Semakin cepat laporannya, maka semakin cepat kami tangani kejadiannya,” tandas Wiyoto. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler