Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sekretaris Dinas Perdagangan Andy Imam Santosa mengatakan, sudah saatnya pasar-pasar di Kabupaten Kudus ditata instalasi kelistrikannya. Hanya, pelaksanaan penataan terganjal dengan ketersediaan anggaran.

“Sebenarnya sudah perlu, tapi anggaran cukup memberatkan,” ucapnya, Selasa (6/8/2019) pagi.

Hitungan kasar, penataan instalasi listrik pada satu pasar bisa menghabiskan dana sampai Rp 5 miliar lebih. Spesifiknya, Andy mencontohkan jika Pasar Bitingan ditata kelistrikannya, setidaknya membutuhkan dana Rp 10 miliar.

“Dana tersebut hanya untuk satu pasar saja,” kata Andy.

Sedang Pasar yang telah dilakukan penataan listriknya adalah pada lantai satu Pasar Kliwon. Dengan menghabiskan dana sekitar Rp 3,5 miliar. Jika diestimasi, untuk seluruh Pasar Kliwon diperkirakan mencapai Rp 10 miliar.

“Luasannya, hampir sama dengan Pasar Bitingan,” jelasnya.

Andy menuturkan, Kudus sebenarnya punya sejarah kebakaran pasar yang cukup kelam. Kerugian material juga dipastikan sangat besar. Pasalnya, kebakaran terjadi di dua pasar besar penopang perekonomian. Yakni Bitingan dan Kliwon pernah .

“Kita tak ingin suatu saat terjadi kembali,” kata Andy.Imbauan lisan maupun tertulis juga terus pihaknya lakukan. Himbauan terkait penggunaan kabel listrik yang sesuai standart, Sambungan listriknya juga tidak abal-abal, dan berbagai imbauan lain tentang perawatan kabel jaringan listrik.“Ini bukan hal yang sepele, kebakaran karena korsleting listrik jelas mengancam setiap saat,” tegasnya.Andy berharap, kebakaran pasar di beberapa daerah bisa jadi pembelajaran bersama. Ia beranggapan, lebih baik repot saat ini dibandingkan harus merugi sangat besar akibat kebakaran.“Tidak ada salahnya dilakukan pencegahan sedini dan sekecil mungkin, sembari menunggu anggaran untuk penataan tersedia,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler