Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Desa Lau Heru Setiawan mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Hanya, kerugian kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 400 juta. "Tidak ada korban jiwa,” katanya ketika dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Heru menjelaskan, kejadian bermula ketika pemilik tengah mengepres tumpukan plastik di dalam gudang. Diduga karena kelebihan plastik, mesin press mengeluarkan api. Sontak, api langsung menyambar botol plastik disekelilingnya. Seisi bangunan pun terbakar.

“Bangunan tersebut memang digunakan untuk menyimpan botol plastik bekas dan mesin pressnya," lanjutnya.

[caption id="attachment_170136" align="alignleft" width="1891"] Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api yang masih menyala di beberapa titik (MURIANEWS.com/Anggara Jiwandhana)[/caption]

Api kemudian menyambar dua bangunan yang berada di sebelah barat dan satu buah rumah di sebelah utara titik api. Kerusakan paling parah terjadi pada bangunan pusat kebakaran dan bangunan sebelah barat.

"Sedang bangunan sebelah utara terdampak pada bagian dapurnya saja," ucapnya.
"Sedang bangunan sebelah utara terdampak pada bagian dapurnya saja," ucapnya.Tak lama berselang tim U-112 BPBD Kudus bersama belasan pemadam kebakaran dari berbagai instansi langsung meluncur ke lokasi. Relawan, dibantu warga langsung bahu membahu memadamkan api yang melahap dua bangunan tersebut.“Pemadam silih berganti datang,” terangnya.Johan, salah satu relawan BPBD Kudus yang turut memadankan kobaran menjelaskan, api baru bisa dijinakkan sekitar satu jam setelah puncak kebakaran. Yakni pada 13.00 WIB. "Saat ini masih pendinginan," tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler