Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Bidang Peternakan pada  Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kudus Indriatmoko memastikan pelabelan dan pengecekan akan terus berjalan. Meskipun, sejak April hingga dua minggu lalu telah dilakukan pengobatan pada hewan ternak yang sakit atau terluka.

"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menghindari adanya penyakit pada hewan kurban," ucapnya di sela pengecekan di Pasar Hewan, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo Kudus, Kamis (8/8/2019) pagi.

Kasi produksi dan kesehatan hewan Sidi Purnomo menyatakan pengecekan hingga kini telah dilakukan di beberapa lokasi. Di antaranya di peternakan Panjang, Kalirejo, dan beberapa lokasi di Kaliwungu.

"Sudah ada sekitar seribuan ekor yang kami cek," ucapnya.

Pengecekan pada hewan qurban meliputi kesehatan mata, telinga, kulit, hidung, mulut, dan fisik dari hewan kurban. Pengecekan berlaku untuk semua jenis hewan kurban. Seperti sapi, kerbau, domba, dan kambing. "Pengecekannya sama di semua hewan ternak," lanjutnya.

Hingga kini, belum ditemukan sapi, kerbau, ataupun kambing yang mengalami sakit berat. Hanya, beberapa penyakit ringan seperti scabies pada kulit sapi, sempat ditemukan di Panjang. "Penyembuhannya sudah dilakukan," tambahnya.

Sidi menjelaskan, berdasar data yang dimiliki DKK, presentase ditemukannya hewan kurban sakit ada di bawah angka lima persen saja. Jumlah tersebut terbilang hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya."Jumlah ditemukannya hewan kurban sakit di bawah lima persen," terangnya.Sedang untuk permintaaan, jumlah hewan kurban yang akan disembelih di Kota Kretek tahun ini diperkirakan meningkat sebanyak 8 persen  atau sekitar 11 ribu hewan ternak dibanding tahun lalu. Surplusnya ketersediaan hewan ternak jadi salah satu pemicunya.Sementara, berdasar data itu realisasi pemotongan kurban pada tahun 2018 sendiri sebanyak 10.204 ekor. Jumlah, terdiri dari 353 ekor sapi, 2.090 ekor kerbau, sekitar 312 ekor domba, serta 8.264 ekor kambing. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler