Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Kami persiapkan secara matang sejak bulan lalu," ucap Plt Bupati Kudus HM Hartopo usai penyambutan tim verifikasi ODF  di Pendopo Kabupaten, Senin (12/8/2019) pagi.

Ia mengatakan, camat dan pihak puskesmas juga diminta menyosialisasikan ke masyarakat agar tidak BAB sembarangan. Pihaknya menjelaskan, ODF tak akan tercapai tanpa bantuan semua pihak, untuk itu butuh kesepahaman bersama.

"Peran camat dan puskesmas penting dalam hal membangun kesadaran masyarakat," lanjutnya.

Selain pendekatan normatif melaui sosialisasi, pembangunan jamban juga terus diupayakan tiap tahun. Pembangunan, bisa mencapai 100 jamban dengan area cakupan tersebar di seluruh Kota Kretek.

"Kami upayakan pembangunan jamban di tiap tahunnya," lanjutnya.

Hartopo menyebut, berdasarkan tim verifikasi kabupaten Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kota Kretek sebenarnya telah bebas dari BABS. Hanya, data akan diperbaharui lagi dari tim verifikasi dan bisa mendapat predikat Kabupaten bebas BABS yang ke-14 di Jawa Tengah.

"Kami akan menarget kesana," tandasnya.
"Kami akan menarget kesana," tandasnya.Sementara, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Kudus, dr. Wahyu Setiyaningsih mengatakan, proses verifikasi ODF bertujuan untuk memastikan status ODF dalam suatu komunitas masyarakat.Verifikasi status BABS penting dilakukan untuk memastikan perubahan perilaku di masyarakat benar-benar terjadi. Proses verifikasi juga dilaksanakan secara berkelanjutan. Agar perubahan perilakunya tidak hanya pada deklarasi ODF saja."Namun perubahan perilaku diharapkan terjadi secara permanen," lanjutnya.Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kudus terus mengejar kategori sebagai kabupaten sehat. Setelah pencanangan gerakan Kudus bebas sampah plastik 2025 hingga gerakan cuci tangan pakai sabun kerap disosialisasikan, kini gerakan stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dicanangkan. Pencanangan tersebut merupakan perealisasian salah satu pilar dari Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).\ Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler