Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Jembatan yang berdiri di atas Sungai Wulan tersebut hanya terbuat dari bambu dan memiliki panjang 10 meter. Sedang tiap harinya, jembatan digunakan untuk lalu lalang masyarakat yang sebagian besar merupakan buruh rokok.

Marzuki (38), salah seorang warga Desa Setrokalangan RT 5/RW 3, mengharapkan jembatan bisa dibangun lebih layak lagi. Dengan begitu, warga yang melintas tak was-was.

”Jika musim hujan jembatan ini sangat licin,” akunya.

Tak hanya itu, saat Sungai Wulan banjir, jembatan tersebut juga kandas terbawa arus. Akibatnya, atas inisiatif sendiri, warga menyediakan satu unit perahu untuk para buruh rokok dan warga agar bisa menyeberang.

”Beberapa waktu lalu sempat tak ada jembatan karena terbentur anggaran,” terangnya.

Marzuki menambahkan, jembatan yang ada saat ini jaga hasil iuran seikhlasnya hingga terkumpul dana sebesar Rp 20 juta. Uang tersebut digunankan untuk membeli perlengkapan pembangun jembatan, mulai bambu, papan, paku dan material lainnya.
Marzuki menambahkan, jembatan yang ada saat ini jaga hasil iuran seikhlasnya hingga terkumpul dana sebesar Rp 20 juta. Uang tersebut digunankan untuk membeli perlengkapan pembangun jembatan, mulai bambu, papan, paku dan material lainnya.”Jembatan yang sekarang merupakan swadaya bersama,” lanjutnya.Terpisah, Sekretaris Camat Satria Agus Himawan mengatakan, pembangunan jembatan sasak sebenarnya pernah diajukan oleh pihak Pemerintah Desa Setrokalangan tahun 1997 lalu. Pengajuannya ditujukan pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana selaku penanggung jawab Sungai Wulan.”Hanya hingga kini, pihak BBWS Pemai-Juana belum bisa merealisasikan,” kata Satria. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler