Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, penurunan akan dilaksanakan secara bertahap. Prosentasenya diharapkan bisa menurun sekitar 2 persen di tiap tahunnya.  “Kami buat program untuk menurunkan stunting ini,” ucapnya pasca menyambut Tim verifikasi lapangan evaluasi tumbuh kembang balita Provinsi Jawa Tengah, Kamis (29/8/2019).

Untuk menyukseskan hal tersebut, seluruh elemen dalam hal ini pihak Dinas Kesehatan hingga penggerak dan kader-kader PKK diharapkan bersinergi dalam memerangi stunting. Petugas penyuluh juga diharapkan aktif memberitahu secara lisan pada orang tua.

“Jadi jemput bola ini perlu dalam hal ini,” terangnya.

Sedang para orang tua maupun calon orang tua juga diharapkan aktif untuk mencari tahu soal apa dan bagaimana stunting berasal. Dengan harapan, mereka bisa waspada dan bisa mengantisipasi terjadinya stunting pada anak ataupun calon anak.

“Orang tua juga harus berperan aktif dalam menangani stunting ini,” lanjutnya.

Sedang terkait kunjungan tim verifikasi, Hartopo berharap Kudus bisa meraih kategori terbaik di dua kategori yang diikuti. Yakni Kategori Balita Kecil dan Balita besar. Menurutnya, semua elemen di Kudus telah berkontribusi secara maksimal dalam tumbuh kembang balita di Kota Kretek.

“Semua elemen telah berkontribusi, Pemkab Kudus juga terus mengupayakan yang terbaik bagi tumbuh kembang anak,” lanjutnya.

Ia menambahkan, hasil dari evaluasi tim verifikasi akan digunakan untk mengevaluasi keseluruhan penanganan stunting di Kota Kretek. Dengan harapan bisa menemukan langkah yang tepat untuk menurunkan angka stunting di Kudus.
Ia menambahkan, hasil dari evaluasi tim verifikasi akan digunakan untk mengevaluasi keseluruhan penanganan stunting di Kota Kretek. Dengan harapan bisa menemukan langkah yang tepat untuk menurunkan angka stunting di Kudus.“Selain jadi bahan evaluasi, akan dijadikan masukan juga bagaimana kedepannya penanganan stunting di Kudus ini,” terangnya.Sementara ketua tim verifikasi lapangan evaluasi tumbuh kembang balita Provinsi Jawa Tengah Marzuki mengapresiasi perhatian Kabupaten Kudus dalam hal tumbuh kembang balita. Menurutnya, penyiapan balita yang berkualitas merupakan langkah awal menyiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul di masa mendatang.“Ini adalah langkah awal dalam menuju Indonesia ber-SDM unggul,” ucapnya.Pemkab Kudus juga diapresiasi keikutsertaannya di dua kategori. Yang biasanya di tiap kabupaten hanya menerjukan perwakilannya di satu kategori saja. “Kudus termasuk bagus, mereka salah satu kabupaten yang mengikuti dua kategori. Semoga hasilnya nanti maksimal,” tandasnya.  Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler