Tembus 0,82 Persen, Inflasi Kudus Tertinggi di Jateng
Anggara Jiwandhana
Rabu, 4 September 2019 12:10:37
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kemudian diikuti Kota Semarang dengan inflasi 0,47% dan IHK sebesar 136,02, lalu kota Purwokerto 0,42% dengan IHK sebesar 134,79. Setelah itu, disusul Kabupaten Cilacap dengan inflasi 0,33% dengan IHK sebesar 140,58.
Inflasi tinggi dipicu oleh kenaikan harga yang ditunjukkan dengan naiknya indeks kelompok sandang sebesar 1,71 persen. Kemudian kelompok pendidikan sebesar 1,56 persen dan kelompok bahan makanan sebesar 1,45 persen.
“Ada juga kelompok perumahan sebesar 0,82 persen, kelompok makanan jadi 0,35 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen,” ucap Kepala kantor BPS kabupaten Kudus, Rahmadi Agus Santosa.
Penyebab utama terjadinya inflasi tinggi adalah karena beberapa harga komoditas naik dengan melejitnya. Seperti pada harga cabai rawit, beras, cabai merah, biaya pendidikan sekolah dasar dan pasir.
“Itulah yang menyebabkan Inflasi tinggi,” katanya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



