Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Untuk Desa Setrokalangan telah dilakukan droping air bersih PMI sejak 28 Agustus hingga sembilan September mendatang.

Kepala Desa Setrokalangan Edi Siswanto mengatakan, banyak sumur warga di daerah tersebut sudah mengering dan susah untuk naik airnya. Kejadian seperti ini sudah terjadi kurang lebih sekitar sepekan lebih.

“Sudah sejak kemarin, kami hampir tidak ada air tanahnya,” katanya ketika dihubungi MURIANEWS.com, via telepon Jumat (6/9/2019) siang.

Tiga dukuh pun terdampak. Yakni Dukuh Kalangan, Dukuh Setro, dan Dukuh Karangturi. Dengan jumlah Kartu Keluarga (KK) yang terdampak berjumlah sekitar 780 KK. Yang terdiri dari tiga dukuh tersebut.

“Ada sekitar 780-an KK,” lanjutnya.

Tujuh tandon besar pun disiapkan untuk tiga dukuh tersebut. Tiap dua hingga tiga hari sekali, pihak penyuplai air yakni BPBD dan PMI Kudus datang untuk mengisi galon-galon tersebut. Yang selanjutnya diambil untuk kebutuhan sehari-hari warga.

“Didrop ke tandon dulu, baru warga mengambil dari sana,” lanjutnya.
“Didrop ke tandon dulu, baru warga mengambil dari sana,” lanjutnya.Edi menambahkan, sebenarnya pada Dukuh Karangturi sudah ada Pamsimas. Hanya, baru bisa mencakup 150 Kartu Keluarga saja. Sedang sisanya yang berada di RT 03 tidak tercukupi kebutuhannya.“Sedang pada dua dukuh lain memang belum ada Pamsimas, warga juga membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari juga,” tandasnya.Sementara Sekretaris PMI Kabupaten Kudus, Imam Santoso menjelaskan PMI telah membantu dropping air sejak 28 Agustus lalu dan dijadwalkan sampai sembilan september mendatang.“Dengan tiga tangki dengan kapasitas sepuluh sampai limabelas ribu liter di tiap dua hingga tiga harinya. Terakhir kami lakukan tadi malam, jadwal selanjutnya besok,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler