Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berdasarkan informasi, kandang yang terbakar merupakan kandang bersama milik dua kelompok. Yakni Kelompok Umboro dan Kelompok Merdeka yang berbasis di desa tersebut.

Ali Ahmadi (55) salah satu saksi mengatakan, api pertama kali terlihat dari langit-langit kandang. Tepatnya, dari kabel listrik yang kebetulan berada di atas kandang.

“Kejadian tersebut saya lihat sebelum subuh,” katanya saat ditemui MURIANEWS.com di lokasi kejadian, Senin (9/9/2019).

Saat itu, lanjutnya, ia hendak memberi makan ternak. Hanya, ia dibuat kaget setelah melihat api yang berasal dari kabel listrik di atap kandang. Sepontan ia pun berteriak meminta tolong sambil mencoba memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu pemadam datang.

Nahas, usahanya sia-sia. Api semakin membesar dan meruntuhkan atap kandang hingga menimpa ratusan kambing. Banyaknya tumpukan jerami kering juga membuat petugas dan warga kesulitan untuk menjinakkan api.

“Kurang lebih satu jam-an api sudah menghanguskan kandang dan isinya,” ujarnya.

Meski tak ada korban jiwa, kerugian yang ditimbulkan ditaksir lebih dari setengah miliar.Menangapi hal tersebut, Camat Mejobo Harso Widodo mengatakan, pihaknya akan mengupayakan nasib para peternak yang kehilangan kambing dan kandangnya karena hangus terbakar. Bagaimanapun juga, dua kelompok tersebut merupakan kelompok ternak yang unggul.“Kami upayakan untuk keberlangsungan ke depan, walaupun harus memulai dari awal,” katanya.Evaluasi piket hingga pendidikan penanggulangan kebakaran juga akan pihaknya lakukan. Dengan harapan kejadian serupa tidak berulang lagi di kemudian hari. “Kami akan evaluasi sistem piketnya, kami akan berikan pengetahuan terkait bagaimana berhadapan dengan  kebakaran,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler