Cukai Naik 23 Persen, Perusahaan Rokok Skala Kecil di Kudus Menjerit
Anggara Jiwandhana
Selasa, 17 September 2019 12:33:41
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Endang Ekowati, owner PR Kembang Arum mengaku khawatir terhadap reaksi pasar jika nantinya harga rokok yang mau tidak mau harus dinaikkan. Walaupun, ia mengakui persoalan rokok kembali ke selera pasar masing-masing.
“Mau tidak mau harganya harus naik,” katanya, Selasa (17/9/2019).
Selain reaksi pasar, perempuan yang akrab disapa Bu Ninik itu khawatir keputusan pemerintah tersebut akan berakibat pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan. Terlebih lagi pada karyawan borong lepas yang selama ini bekerja.
“Saya sebenarnya tidak tega jika nantinya harus mengambil langkah tersebut,” ucapnya lirih.
“Beberapa bulan ini kami juga tidak bisa memproduksi secara utuh, karena pasar juga sedang lesu,” lanjutnya.
Meski begitu, ia memastikan keputusan PHK akan diambil jika keadaan dirasa sudah tidak memungkinkan lagi. Saat ini, ia pun mengakui perusahaannya tengah berjuang mati-matian bersaing di pasar konsumen bersama perusahaan yang lebih besar lainnya.
“Kami sudah bertahan selama mungkin, dengan sekitar 80 sampai 100 karyawan borong lepas,” katanya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



