Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Endang Ekowati, owner PR Kembang Arum mengaku khawatir terhadap reaksi pasar jika nantinya harga rokok yang mau tidak mau harus dinaikkan. Walaupun, ia mengakui persoalan rokok kembali ke selera pasar masing-masing.

“Mau tidak mau harganya harus naik,” katanya, Selasa (17/9/2019).

Selain reaksi pasar, perempuan yang akrab disapa Bu Ninik itu khawatir keputusan pemerintah tersebut akan berakibat pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan. Terlebih lagi pada karyawan borong lepas yang selama ini bekerja.

“Saya sebenarnya tidak tega jika nantinya harus mengambil langkah tersebut,” ucapnya lirih.

“Beberapa bulan ini kami juga tidak bisa memproduksi secara utuh, karena pasar juga sedang lesu,”  lanjutnya.

Meski begitu, ia memastikan keputusan PHK akan diambil jika keadaan dirasa sudah tidak memungkinkan lagi. Saat ini, ia pun mengakui perusahaannya tengah berjuang mati-matian bersaing di pasar konsumen bersama perusahaan yang lebih besar lainnya.

“Kami sudah bertahan selama mungkin, dengan sekitar 80 sampai 100 karyawan borong lepas,” katanya.
“Kami sudah bertahan selama mungkin, dengan sekitar 80 sampai 100 karyawan borong lepas,” katanya.Masukan serta harapan pada pihak-pihak terkait pun diutarakan Ninik. Ia berharap setidaknya ada aspirasi dari para pengusaha rokok, baik skala besar maupun skala kecil menengah untuk sedikit didengar para pemegang kebijakan.“Saya kira kami kurang dilibatkan dalam pengambilan kebijakan yang seperti ini,” akunya.Ninik juga berharap pemerintah punya solusi ataupun cara lain supaya tidak ada lagi pekerja atau buruh rokok yang di PHK  karena terkena dampak dari naiknya pita cukai yang kian hari kian melejit.“Pikirkan juga pekerja yang berada di sebuah perusahaan rokok yang seperti kami, mereka bisa saja kehilangan pekerjaan jika kami tidak bisa bertahan di industri ini lagi,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler