Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Naik tidak apa-apa, hanya kami mohon bertahap,” kata pemilik sekaligus pengelola Perusahan Rokok (PR) Kembang Arum Kudus, Peter Mohammad Faruq, Selasa (24/9/2019).

Ia menilai, kenaikan dilakukan secara langsung dengan angka kenaikan tinggi, pasar akan kaget. Sebaliknya, jika kenaikan bertahap maka penyesuaian pasar bisa sedikit mudah untuk dilakukan.

“Jadi tidak langsung brek dengan nominal yang tinggi mungkin produsen dan konsumen bisa mengerti,” lanjutnya.

Kenaikan yang tinggi dan tiba-tiba, dikhawatirkan akan mematikan banyak perusahaan rokok berskala kecil yang tidak siap menghadapi kenaikan. Rokok bodong atau ilegal pun dikhawatirkan akan muncul, seiring mahalnya pita cukai.

“Kemungkinan bertambahnya rokok bodong (ilegal) di pasaran tetap ada,” ujarnya.

Walau hingga kini perusahaan rokok yang ia pimpin masih dalam taraf aman, pengurangan jumlah produksi sudah terjadi. Ia khawatir jika cukai melejit, maka pengurangan produksi semakin menjadi karena pangsa pasar kurang bisa menerima kenaikan harga rokok yang akan dirilis pihaknya nanti.

“Tentu jika tidak kuat mau tidak mau ada pengurangan tenaga kerja,” katanya.

Hanya, langkah PHK benar-benar diambil jika keadaan dirasa sudah tidak memungkinkan lagi bersaing di pasar konsumen. Bersama perusahaan yang lebih besar lainnya. “Kami sekarang masih berjuang untuk bersaing dengan perusahaan lainnya,” jelasnya,Para pengusaha rokok berskala kecil menengah bukan tanpa tindakan. Aspirasi terus diutarakan pada pemangku kebijakan. Hanya, untuk tindak lanutnya kini diakui belum ada sama sekali yang direalisasi.“Jadi mereka mendengar aspirasi kami, tapi entah kenapa sampai sekarang belum dilakukan,” lanjutnya.Peter berharap, para pemangku kebijakan bisa mempertimbangkan lagi kenaikan cukai yang dirasa terlalu tinggi tersebut. Namun jika memang tidak bisa, Ia berharap kenaikan di tahun-tahun setelahnya tidak langsung meningkat tajam begitu saja.“Misal tahun ini lima persen dulu, setelahnya bisa disesuaikan,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler