Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Bidang Tata Bangunan dan Drainase Harry Wibowo mengatakan, anggaran pembuatan drainase bersumber dari Bantuan Gubernur (Bangub) senilai Rp 5,5 miliar. Masa pengerjaannya ditargetkan berakhir pada 15 Desember mendatang.

“Mulai pengerjaan setelah cairnya anggaran,” ucapnya ketika dikonfirmasi di ruangannya, Selasa (8/10/2019).

Ia menjelaskan, pengerjaan di setiap titik akan berbeda-beda jaraknya. Tergantung dengan titik pembuangan setempat. Ia mencontohkan, di Jalan Bhakti, titik akhir pengerjaan akan berada pada jembatan perbatasan Desa Rendeng dan Burian.

Sedang pada Jalan Pemuda, akan berakhir di Jembatan sisi kanan Hotel Air Mancur. Untuk Jalan Menur, akan dibuang di Jembatan di pertigaan Pasar Kliwon. “Jadi memang disesuaikan dengan titik akhir pembuangan,” lanjutnya.

Di sisi lain, untuk pengerjaan drainase sendiri memang dimulai dari hilir terlebih dahulu. Ini lantaran pembuangan menjadi titik kunci dari drainase. Jika di hulu bagus, tetapi di hilir tidak bisa menampung arus, maka akan terjadi pembludakan.

“Karena itulah untuk pengerjaan drainase dilakukan dari hilir ke hulu,” terangnya.

Hanya, kendalanya memang di lapangan. Saluran hilir biasanya terdapat di daerah-daerah dengan area yangsempit. Sehingga sedikit menyulitan pekerjaan. “Kalau berbicar target selesai, asal cuaca mendukung pasti rampung,” ucapnya.Selain membangun empat drainase baru, perawatan gorong-gorong yang telah ada juga rutin dilakukan. Seperti pada Jalan Sosrokartono, Jalan Pedawang, dan beberapa daerah lain. Hanya, anggarannya bersumber dari APBD.“Karena masuknya perawatan saja,” katanya.Dengan adanya pengerjaan drainase baru serta perawatan yang dilakukan di beberapa titik drainase, genangan yang ada di jalan-jalan Kudus bisa berkurang. “Masyarakat bisa mengadu ke kamu jika ditemukan adanya genangan, tim kami akan turun,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler