Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dugaan sementra, para santriwati mengalami keracunan makanan. Namun, belum bisa dipastikan makanan apa yang meracuni puluhan anak di Ponpes tersebut.

Kapolsek Kota AKP Na’im menjelaskan, keracunan untuk pertama kalinya terjadi Rabu (16/10/2019) kemarin sekitar pukul 13.30 WIB. Awalnya, tiga santriwati tiba-tiba mengeluh mual, sakit perut, diare, dan panas pada penjaga pondok. Mereka pun lantas dilarikan ke Klinik Al Fatah.

“Mereka langsung dilarikan ke sana,” katanya, Kamis (17/10/2019).

Merasa curiga, Nailus, salah satu pengurus pondok lainnya lantas mengecek ke kamar-kamar santriwati untuk menanyai apakah ada yang sakit atau tidak. Tak disangka, ada sekitar 40 orang yang mengalami gejala yang sama.

Pihak pondok pun segera memesan mobil online untuk membawa santriwati ke sejumlah klinik dan rumah sakit. “Ada yang dilarikan ke Klinik Al Fatah, Klinik As-syifa, RSI, Klinik Masitoh, RS. Aissyiyah, RSUD Kudus,” lanjutnya.

Rinciannya, tiga santriwati menjalani rawat inap di klinik Al Fatah serta RSI Sunan Kudus. Selain itu, 21 santriwati diboyong ke RSUD Loekmono Hadi Kudus serta delapan santriwati di Klinik Masyitoh. Sisanya dirawat di As-syifa

“Ada juga yang dilarikan di Rs Aissyiyah Kudus sebanyak delapan orang. Total yang keracunan 53 santri,” ucapnya.

Naim menyebutkan, dari keterangan Dokter, para santriwati mengalami keluhan serta gejala yang sama. Yakni mual, demam, pusing, serta diare. Pihak dokter juga menyimpulkan sementara jika para santriwati mengalami keracunan.“Hanya memang butuh pendalaman dan pengetesan makanan,” jelas Na’im.Baca: Puluhan Santri di Kudus Diduga Keracunan Urap, Polisi Gelar PenyelidikanIa menambahkan, yang jadi permasalahan adalah sumber yang diduga menjadi penyebab keracunan belum bisa ditemukan. Hal tersebut dikarenakan sisa makanan yang dimakan anak-anak sudah dibersihkan oleh pihak Ponpes.“Berdasarkan keterangan, Semua santriwati memakan makanan yang disediakan oleh pihak pondok yang dimasak santriwati sendiri, jadi seragam. Pun jika jajan hanya boleh di koperasi dalam. Masih kami cari tahu dan kami dalami,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News