DKK Duga Keracunan Santri di Kudus Disebabkan Bakteri Staphylococcus
Anggara Jiwandhana
Sabtu, 19 Oktober 2019 14:20:07
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dugaan tersebut berdasarkan dari keterangan para korban. Mengingat sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan puluhan santri, sudah tidak ditemukan. Korban bahkan sempat mengaku jika urap yang dimakannya telah berasa asam (kecut).
“Urap yang diduga meracuni puluhan santri sudah tidak ada saat kami kesana,” kata Kasi Surveillance dan Imunisasi Anik Fuad.
Anik merincikan, berdasar hasil wawancara tersebutlah muncul dugaan keracunan tersebut muncul. Apalagi masa inkubasi keracunannya lebih dari dua jam. Dan masa inkubasi bakteri Staphylococcus lebih dari 12 jam.
“Urap yang mereka makan pada Selasa (15/10/2019) sore, sedang gejala keracunan Rabu (16/10) pagi hingga malam, ini masih dugaan,” lanjutnya.
Baca Juga:
- Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Santri di Kudus Dilarikan ke Rumah Sakit
- Puluhan Santri di Kudus Diduga Keracunan Urap, Polisi Gelar Penyelidikan
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



