Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sederet kegiatan yang bertujuan untuk mengasah keterampilan pun digelar dalam acara tersebut. Di antaranya lomba cerdas cermat, lomba penyuluhan, seta lomba senam gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

“Ada berbagai kegiatan yang dilombakan. Tujuannya memang untuk megukur dan menambah kompetensi,” kata Budi Istriawan, Ketua Jambore Kader Kesehatan 2019.

Budi menyebut, ada tiga aspek yang ditekankan dalam kegiatan jambore tahun ini. Di antaranya permasalahan stunting, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Ketiga aspek tersebut dianggap penting dan menjadi prioritas penanganan pada tahun ini.

“Tiga pemasalah tersebut menjadi prioritas,” ucapnya.

Budi menambahkan, diakui atau tidak, Dinas Kesehatan masih memiliki tiga PR tersebut. Penanganan stunting sangat berperan untuk generasi ke depan. Sedang AKI dan AKB juga dianggap perlu ditekan kasusnya.

“Ini memang masih menjadi PR yang harus segera dicari jalan keluarnya,” lanjutnya.

Budi pun berharap, jika para kader nanti bisa menambah pengetahuan serta kompetensinya setelah mengikuti kegiatan ini. Kader juga diharapkan bisa membagikan ilmunya secara sukarela. Dengan tujuan, masyarakat semakin teredukasi soal pencegahan tiga permasalahan tersebut.
Budi pun berharap, jika para kader nanti bisa menambah pengetahuan serta kompetensinya setelah mengikuti kegiatan ini. Kader juga diharapkan bisa membagikan ilmunya secara sukarela. Dengan tujuan, masyarakat semakin teredukasi soal pencegahan tiga permasalahan tersebut.“Kami harapkan demikian,” terangnya.Sementara Sri Sumarni Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus merincikan jika kasus AKI dan AKB di Kudus pada tahun ini belum mengalami penurunan yang signifikan. Jumlahnya hampir sama dari tahun sebelumnya."AKI dan AKB masih dibawah angka nasional dan provinsi. Tetapi tahun ini angkanya masih sama seperti tahun kemarin. Sekitar 11 kasus," ujarnya.Sedang untuk angka stunting, Kudus masih diatas sepuluh besar. Dari jajaran kabupaten dengan temua stunting terbanyak di Indonesia. “Semoga para kader ini ikut berperan lebih aktif lagi dalam menangani ini,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler