Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Bergas Catursari Penanggungan menyebut jika bencana angin kencang kerap melanda dua kecamatan tersebut dengan intensitas cukup sering.

“Dua kecamatan tersebut kerap dijumpai kasus puting beliung,” ucapnya, Jumat (8/11/2019) pagi.

Penguatan pada bangunan-bangunan semi permanen yang berada di dua kecamatan tersebut pun disarankan. Mengingat pada musim pancaroba seperti saat ini, angin bisa datang dengan kencangnya.

Termasuk ketika puncak musim penghujan datang di Awal Januari mendatang. Angin kencang akan mudah datang dan bisa saja menyapu bangunan-bangunan semi permanen.

Selain itu, pengurangan pohon juga menjadi salah satu alternatif pencegahan puting beliung. Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus untuk lakukan perimbasan pada sejumlah pohon yang memiliki potensi tumbang.

“Kami terus berkoordinsi dalam hal ini,” katanya.

Soal prediksi musim penghujan, Bergas menyebut jika pada tahu ini, intensitas hujan di Kota Kretek akan berada pada fase normal. Dalam artian, Kudus diprediksi tidak memiliki curah hujan yang tinggi hingga ekstrim.

“Walau demikian, masyarakat tetap waspada, ini masih dalam prediksi,” katanya.
“Walau demikian, masyarakat tetap waspada, ini masih dalam prediksi,” katanya.Sementara Kepala Dinas PKPLH Kudus Agung Karyanto menjelaskan, untuk mempersiapkan musim penghujan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Diantaranya perimbasan pada pohon-pohon kota yang dirasa berpotensi ambruk jika angin kencang dibarengi hujan menerpa.“Ada di sejumlah titik, utamanya di jalan-jalan protokol dan berdekatan dengan fasilitas umum seperti Jalan Pemuda dan seputaran GOR Kudus,” ucapnya.Penyiapan para tenaga kebersihan juga telah dilakukan. Mereka diminta untuk lebih responsif lagi serta lebih cepat dalam mengambil sampah-sampah yang telah dikumpulkan masyarakat.Dengan harapan, sampah tidak terkena hujan terlalu lama dan menjadi sumber penyakit.“Kami sudah siagakan, mereka siap untuk ini,” katanya.Hanya, Agung berharap masyarakat juga bisa lebih peduli terhadap lingkungan. Terutama kebiasaan membuang sampah sembarangan. “Di kali terutama, sayang jika dikotori lagi, dulu pernah dibersihkan,” terangnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler