Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ke-31 sekolah tersebut di antaranya adalah 20 sekolah dengan status rawan banjir karena berada di daerah langganan banjir. Sedang 11 sekolah lainnya termasuk kategori rawan longsor karena berada di daerah rawan longsor.

Kasi Sarana Prasarana Supriyono pada Disdikpora mengatakan, dua bencana tersebut memang paling dominan mengancam sekolah di Kudus. Hal ini mengacu pada beberapa tahun terakhir yang selalu menjadi langanan bencana.

“Selain banjir dan longsor, sebenarnya ada juga bencana angin puting beliung. Tapi, karena sifatnya yang mendadak, maka sedikit sulit untuk dipetakan,” katanya, Jumat (22/11/2019).

Lebih rinci Supriyono mengatakan, 19 SD yang rawan banjir tersebut adalah SD 1 dan SD 2 Setrokalangan (Kaliwungu), SD 1 Gamong (Kaliwungu), SD 1, SD 3 dan SD 4 Jati Wetan (Jati), SD 1 dan SD 2 Tanjungkarang (Jati), SD 2 Karangrowo (Undaan), SD 3 Kalirejo (Undaan), SD 4 dan SD 5 Temulus (Mejobo).

Kemudian ada SD 1 dan SD 2 Jojo (Mejobo), SD 4 Golantepus (Mejobo), SD 2 Hadiwarno (Mejobo), SD 1 dan SD 3 Kirig (Mejobo) serta satu SMP yakni SMP 2 Undaan yang juga berstatus rawan banjir.

Sementara 11 sekolah rawan longsor terdiri dari 10 SD dan 1 SMP yang tersebar di Kecamatan Gebog dan Dawe. 11 sekolah rawan longsor yakni SD 3 Tergo (Dawe), SD 3 dan SD 4 Soco (Dawe), SD 4, SD 5 dan SD 6 Puyoh (Dawe), SD 2, SD 4 dan SD 5 Rahtawu (Gebog), dan SD 2 Menawan (Gebog).
Sementara 11 sekolah rawan longsor terdiri dari 10 SD dan 1 SMP yang tersebar di Kecamatan Gebog dan Dawe. 11 sekolah rawan longsor yakni SD 3 Tergo (Dawe), SD 3 dan SD 4 Soco (Dawe), SD 4, SD 5 dan SD 6 Puyoh (Dawe), SD 2, SD 4 dan SD 5 Rahtawu (Gebog), dan SD 2 Menawan (Gebog).“Serta ada SD 3 Glagah Kulon (Dawe) dan SMP 3 Dawe,” ucapnya.Untuk pencegahan, Supriyono mengatakan pihaknya telah meninggikan beberapa sekolah yang memiliki status rawan banjir. Hanya, diakui masih sebatas meninggikan ruangan lokalnya dan belum menjamah lapangan sekolah.Mengingat apabila akses sekolah adalah jalan beton dan terjadi hujan deras lalu banjir, maka akan membuat halaman sekolah tergenang “Karena itu membutuhkan biaya besar dalam hal ini, setidaknya masih bisa digunakan untuk kegiatan belajar mngajar,” terangnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler