Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bagaimana tidak, acaranya, diselenggarakan di Jembatan Tanggulangin yang berada di batas kota Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak.  Sehingga menghasilkan suasana outdoor khas urban yang sangat kental di lokasi festival.

Belum lagi dengan suasana lembayung senja yang sangat memikat mata di bawah Gerbang Kudus Kota Kretek. Suasana yang hangat dan obrolan santai bersama rekan adalah hal yang khas dalam festival kali ini.

Adi, salah satu pengunjung  yang berkunjung ke festival kopi menyebut sensasi menyeduh kopi di Jembatan Tanggulangin ini merupakan hal baru yang sensaisonal. Terlebih saat senja dan berkumpul bersama teman-temannya.

“Cukup seru, menyeduh kopi di batas kota dan sesekali merasakan sensasi mobil yang melaju diantara festival, sangat menyenangkan,” ucapnya.

[caption id="attachment_177281" align="alignnone" width="1280"] Lokasi Jembatan Tanggulangin yang menghubungkan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak yang digunakan untuk acara festival kopi muria. (MURIANEWS.com/Dian Utoro Aji).[/caption]

Adi berharap, festival seperti ini berkesinambungan dan bisa digelar kembali pada tahun depan. “Ini festival yang bagus, semoga tahun depan masih ada,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan konsep dari festival kopi kali ini memang lebih mengedepankan nilai dari kenikmatan menyeduh kopi. Hingga bisa menghibur diri yang sedang sedih.

“Kopi itu penuh sensasi yang bahagia,” ucapnya.

Sedang alasan menghelat festival kopi di Jembatan Tanggulangin adalah karena ingin memanfaatkan jembatan yang diproyeksikan bakal dibongkar tersebut. Hanya, sebelum rencana tersebut dilakukan, pihaknya ingin memanfaatkan Jembatan Tanggulangin lebih baik lagi.“Untuk meningkatkan kunjungan wisata dan hasilnya meningkatkan taraf hidup,” katanya.Dengan begitu, lanjut Sam’ani para petani dan pegiat kopi bisa merasakan penghasilan lebih. Setelah selama ini berjuang untuk mempromosikan kopi muria pada seluruh masyarakat Kudus maupun luar Kudus.“Pemkab dalam hal ini juga telah memberikan pelatihan dan beragam hal yang dibutuhkan petani Kopi Muria ini,” lanjutnya.Lebih lanjut, Sam’ani akan mencoba menyusun kegiatan yang berlatar di Jembatan Tanggulangin untuk memasarkan produk-produk unggulan di Kota Kretek. Dengan tujuan utamanya adalah Kudus bisa semakin dikenal di seluruh Indonesia maupun dunia.“Nanti kami coba buat acara kembali yang bisa mengangkat UMKM di Kudus di sini,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler