Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Tentu kami pertimbangkan terlebih dahulu, tidak serta merta,” kata Plt Bupati Kudus HM Hartopo ketika usai melakukan audiensi dengan pihak Grab Karisidenan Pati di Pendopo Kabupaten, Selasa (26/11/2019) pagi.

Pengujicobaannya akan dilakukan di beberapa titik secara bertahap. Untuk titik pertama, daerah yang diujicobakan adalah di seputaran wilayah Balai Jagong, Kudus. Namun, ada beberapa PR yang perlu di tuntaskan terlebih dahulu sebelum GrabWheels benar diujicobakan disana.

Seperti persewaan mainan yang kini menempati lahan parkir dan beberapa hal lain yang perlu ditata kembali. Sehingga tidak ada konflik yang akan timbul jika pada akhirnya GrabWheels masuk ke sana. Mengingat pedagang dan penyewa mainan terlebih dulu berada di sana.

“Untuk lokasi Grabwheelsnya, nanti OPD terkait akan koordinasi dengan pihak Grab guna memutuskan hal ini,” terangya.

Sementara Kepala Dinas Pehubungan Kabupaten Kudus Abdul Halil menambahkan, keberadaan GrabWheels di Kota Kretek masih dalam kajian oleh pihaknya. Mengingat beberapa pekan lalu, ada kejadian yang kurang mengenakkan perihal keamanan GrabWheels di Jakarta.

“Kami masih mengkaji ini, nanti kemungkinan besar memang ditempatkan dulu di Balai Jagong, hanya belum dalam waktu dekat” ucapnya.
“Kami masih mengkaji ini, nanti kemungkinan besar memang ditempatkan dulu di Balai Jagong, hanya belum dalam waktu dekat” ucapnya.Halil mengatakan, jika melihat dari spesifikasi GrabWheels memang seharusnya dioperasikan di tempat-tempat khusus. Seperti pada daerah yang minim kendaraan bermotor dan kegiatan-kegiatan bebas kendaran bermotor.“Seperti Car Free Day dan kegiatan lainnya, tindak lanjutnya nanti kami kaji lagi,” terangnya.Sementara City lead Kudus Raya Adrian Cahyo Guritno mengatakan , untuk target GrabWheels sendiri direncanakan akan mulai beroperasi akhir tahun 2019. “Kami punya target untuk dioperasikan sebulum awal tahun 2020,” terangnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler