Dua Bulan, 150 Rumah di Tiga Kecamatan di Kudus Dihantam Puting Beliung
Anggara Jiwandhana
Jumat, 13 Desember 2019 15:32:36
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Yakni pada Kecamatan Undaan, Dawe, dan Mejobo. Tiga kecamatan tersebut memang menjadi daerah rawan bencana angin puting beliung di Kota Kretek. Dengan total rumah terdampak lebih dari 130 rumah rusak.
Kasi Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Abdul Rozaq merinci, kejadian angin puting beliung pertama kali terjadi pada Sabtu sore pada 9 Nopember lalu.
“Kejadian pukul 17.30 di Desa Glagahwaru Undaan. Sebanyak 15 rumah serta 1 musala dan satu SD rusak akibat terjangan angin puting beliung,” ucapnya.
Kemudian, lanjut Abdul, angin kembali datang pada 12 Nopember 2019 yang terjadi di tiga desa. Yakni Desa Karangrowo Undaan dengan delapan rumah terdampak. Desa Temulus dan Desa Kirig di Mejobo 81 rumah terdampak, dan Desa Bulungkulon Jekulo 12 rumah rumah terdampak.
“Kebanyakan yang terdampak adalah bagian gentengnya,” lanjutnya.
Kemudian, pada 10 Desember 2019 kemarin, kejadian angin puting beliung juga menerjang wilayah dua kecamatan, yakni Undaan dan Dawe. Untuk Kecamatan Undaan, yang terdampak adalah pada Desa Medini, Sambung serta jalan kecamatan antara Desa Wates dan Desa Larikrejo.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



