Warga Undaan Kudus Tewas Tersambar Petir di Sawah
Anggara Jiwandhana
Minggu, 15 Desember 2019 20:31:30
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Harno, diduga tewas karena tersambar petir ketika berada di sawahnya saat hujan deras disertai petir yang terjadi di Kecamatan Undaan, Minggu (15/12/2019) siang.
Kapolsek Undaan AKP Anwar menjelaskan, kejadian sebenarya telah terjadi pukul 13.00 WIB. Berdasakan keterangan dari para saksi, korban berangkat dari rumah ke area persawahan sekitar pukul 09.00 WIB.
Menurut keterangan keluarga korban, lanjutnya, korban biasanya pulang dari sawah menuju rumah biasanya sekitar sebelum waktu Zuhur. Hanya saat itu, korban tak kunjung pulang ke rumah.
“Biasanya yang bersangkutan sebelum Zuhur sudah pulang. SalahSalah satu anggota keluarga korban lantas mencari korban ke area persawahan,” katanya.
Baru sekitar pukul 14.30 WIB, korban ditemukan telah meningal dunia dengan kondisi luka bakar yang cukup parah.
Korban sendiri ditemukan dengan posisi telungkup. Dengan luka bakar berada di bagian punggung hingga kaki. “Kira-kira dengan 80 persen luka bakar,” ujarnya.Korban, lanjut Anwar, lantas dibawa ke rumah duka dan dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.Hanya ditemukan luka bakar mengelupas dari punggung sampai kaki. “Semua pada bagian belakang,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha
Kapolsek Undaan AKP Anwar menjelaskan, kejadian sebenarya telah terjadi pukul 13.00 WIB. Berdasakan keterangan dari para saksi, korban berangkat dari rumah ke area persawahan sekitar pukul 09.00 WIB.
Menurut keterangan keluarga korban, lanjutnya, korban biasanya pulang dari sawah menuju rumah biasanya sekitar sebelum waktu Zuhur. Hanya saat itu, korban tak kunjung pulang ke rumah.
“Biasanya yang bersangkutan sebelum Zuhur sudah pulang. SalahSalah satu anggota keluarga korban lantas mencari korban ke area persawahan,” katanya.
Baru sekitar pukul 14.30 WIB, korban ditemukan telah meningal dunia dengan kondisi luka bakar yang cukup parah.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



