Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menjelaskan, pengupayaan percepatan penataan dilakuan menyusul adanya kucuran dana dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Dengan besaran kurang lebih sekitar Rp seratus miliar.

"Karena itu, pemukiman-pemukiman liar akan segera ditata. Sebelumnya kami sudah memberikan wacana ke masyarakat melalui aparat terkait," katanyaKamis, (26/12/2019) pagi.

Oleh karena itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sedini mungkin. Sehingga tidak ada kesalahpahaman antara warga bantaran, pemerintah daerah, dan BBWS.

"Nanti secepatnya akan dikoordinasikan terlebih dahulu," terangnya.

[caption id="attachment_173562" align="alignnone" width="1280"] Dua alat berat tengah mengeruk penampang di Sungai Kedungpaso (MURIANEWS.com/Anggara Jiwandhana)[/caption]

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Agung Karyanto mengatakan jika pihaknya baru akan audiensi dengan BBWS untuk pelaksanaan audiensi dengan masyarakat.

"Kami akan koordinasi dengan BBWS dulu," katanya.

Audiensi, kata Agung, haruslah melibatkankan BBWS yang memiliki wewenang dalam hal ini. Pihaknya pun akan berkoordinasi secepatnya agar pelaksanaan penataan untuk river tourism Kali Gelis segera berlangsung.
Audiensi, kata Agung, haruslah melibatkankan BBWS yang memiliki wewenang dalam hal ini. Pihaknya pun akan berkoordinasi secepatnya agar pelaksanaan penataan untuk river tourism Kali Gelis segera berlangsung."Secepatnya kami akan berkoordinasi," terangnya.Seperti diketahui, Pembangunan awal river tourism Kali Gelis beberapa bulan ini telah masuki tahap awal yakni masa normalisasi sungai.Normalisasi dibutuhkan mengingat penampang basah sungai di beberapa titik sudah dianggap terlalu sempit. Pengerukan dengan alat berat pun dilakukan dengan anggaran awal sebesar Rp 10 miliar.Tahap awal pembangunan akan berfokus pada pengembalian Kali Gelis menjadi sebagaimana mestinya. Ini karena, sudah saatnya Kali Gelis disentuh. Mengingat Kali yang membentang di tengah Kota Kretek tersebut sudah lama tak terjamah normalisasi.Sedang tahun selanjutnya akan diperhitungkan pengembangan di bantaran kali, hingga fungsi tambahan sebagai tempat rekreasi. Anggaran sebesar Rp 100 miliar pun siap digelontorkan guna menyulap Kali Gelis menjadi destinasi wisata yang baru. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler