Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Sudah, kami sudah instruksikan untuk siapkan pengungsian darurat,” katanya, Selasa (7/1/2020) siang.

Selain tempat, pihak kecamatan juga diminta untuk menyiapkan medis dan dapur bersama. Meski belum ada bencana, hal tersebut diperlukan sebagai langkah antisipasi. Hanya, untuk sementara, masyarakat yang daerahnya berada di titik paling rawan bencana diharapkan mengungsi sementara di kerabat terdekatnya.

“Misal daerah pinggir sungai yang benar-benar mepet seperti di Kali Gelis, kami harap bisa mengungsi sementara. Terutama kalau pas hujan dan debit air meninggi,” lanjutnya.

Ia juga berharap semua kepala dinas, anggota BPBD, camat, hingga kades saling berkoordinasi untuk mencegah terjadinya keterlambatan dalam penanganan bencana. Dengan begitu, masyarakat bisa terlayani.

”Hingga kini, kami mencoba memetakan daerah-daerah yang rawan bencana. Contoh kecilnya di Des Jati Wetan ada di Dukuh Gendok, Dukuh Barisan, Jati Kulon, Pasuruhan, dan Kencing. Serta Desa Setrokalangan apabila debet air diatas 500 meter kubik per detik,” terangnya.

Sementara Camat Jati, Kudus Andreas Wahyu Adi memastikan pihaknya telah menyiapkan beberapa titik penampungan. Hanya untuk penampungan utama ada di dua tempat. Yakni pada Balai Desa Jati Wetan dan di Klenteng.

“Hanya untuk di klenteng kapasitasnya sedikit, Balai desa Jati Wetan yang besar, tapi secara keseluruhan sudah siap,” terangnya.Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kudus akan mengupayakan penambahan pompa penyedot untuk ditempatkan di Sungai Wulan guna mengatasi problematika banjir yang kerap melanda Kota Kretek.Hingga kini, terdapat dua pompa dengan daya sedot air banjir hingga 600 liter per detik. Dengan kemampuan satu hari satu malam yakni sekitar 20 jam non stop. Kemudian, mesin itu harus diistirahatkan antara 2 sampai 3 jam.Selain penambahan pompa, pihaknya juga akan mengupayakan pembangunan embung untuk pencegahan banjir jangka panjang. Embung, dimungkinakan akan diletakan di seputaran daerah Jati Wetan yang merupakan daerah tampungan air. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler