Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Siskamling juga dirasa sangat perlu dalam hal tanggap bencana ini. Dengan adanya siskampling, bencana bisa langsung diketahui dan bisa segera ditangani bersama-sama,” katanya Kamis, (9/1/2020).

Meski begitu, masyarakat di daerah rawan bencana juga diminta untuk tetap sadar dan waspada terhadap potensi bencana yang ada di daerahnya. Dengan begitu kekuatan tanggap bencana bisa semakin kuat.

“Masyarakat juga harus sadar bencana,” katanya.

Pihaknya pun mengimbau agar tiap satu rumah setidaknya menyiapkan satu ransel darurat untuk persiapan mengungsi. Apabila terjadi bencana dadakan yang tidak bisa diantisipasi. “Isinya bisa selimut, baju, surat-surat berharga, dan barang yang dirasa perlu diselamatkan dan dibutuhkan selama pengungsian,” katanya.

Pihak Bhabinkamtibnas pun diminta untuk bereaksi cepat dan tanggap. Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan koordinasi dengan semua pihak-pihak terkait dalam hal ini. Guna memastikan tanggap bencana benar-benar sudah terjalin dengan solid di masing-masing daerah.

“Koordinasi dengan Pemkab dan Kodim tentu terus kami tingkatkan,” terangnya.
“Koordinasi dengan Pemkab dan Kodim tentu terus kami tingkatkan,” terangnya.Sementara secar keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan semua elemen terkait dalam penanggulan serta tanggap bencana telah sepenuhnya siap. sosialisasi pada relawan-relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun dilakukan.Hal tersebut dilakukan guna menyelaraskan pandangan terkait penanggulangan bencana. Setelah disosialisasi, para relawan diminta untuk meneruskan informasi pada semua elemen masyarakat yang ada di sekitarnya. Dengan begitu, kesiapan Kudus dalam tanggap bencana bisa maksimal.Untuk titik-titik rawan bencana, lanjutnya, di Kudus ada sekitar enam titik daerah rawan bencana. Yakni di Kec amatan Dawe dan Gebog yang merupakan rawan bencana longsor. Kemudian empat sisanya, Kecamatan Kaliwungu, Mejobo, Jati, dan Jekulo memiliki potensi rawan banjir. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler