Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Memang perlu ada edukasi dalam hal penggantian tanaman ini,” ucapnya.

Hartopo menjelaskan, penanaman tanaman musim memang tidak bisa membuat tanah di Gunung Patiayam kuat dan tahan longsor. Hal tersebut dikarenakan jika saat masa panen tiba, tanaman musim akan dibabat habis dan tanah menjadi gundul kembali.

Lain hal jika Gunung Patiayam ditanami tanaman-tanaman berakar kuat dan memiliki usia yang lama. Seperti halnya pada tanaman-tanaman buah. Hartopo yakin, bencana longsor maupun banjir yang bisa terjadi di Kecamatan Jekulo bisa diminimalisir dengan maksimal.

“Tentu akan mempengaruhi ini, karena nanti ada resapan airnya,” katanya.

[caption id="attachment_180219" align="alignnone" width="1280"] Plt Bupati Kudus HM Hartopo (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]

Penanaman pohon-pohon berakar kuat pun diupayakan akan segera dilaksanakan. Pihaknya juga akan menggandeng pihak-pihak peduli lingkungan untuk turut menghijaukan kembali Gunung Patiayam.

Terpisah, Camat Jekulo Wisnu Brata Jayawardhana  juga menyebut jika kondisi Pegunungan Patiayam yang kian hari kian gundul bisa memengaruhi usia Bendungan Logung. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya penampang air apabila hujan deras turun pada kawasan tersebut.

“Dalam hal ini adalah masa sedimentasinya. air yang turun bisa saja membawa tanah yang banyak dan akhirnya terendap di dasar waduk,” ucapnya.

Wisnu mengatakan, Patiayam pun kini tengah coba digencari reboisasi. Walau demikian, nampaknya masih belum bisa menghijaukan sebagian kawasan tersebut. Karena memang butuh waktu lama dalam hal perawatan.“Sebenarnya sudah banyak dilakukan reboisasi,” katanya.Kebanyakan yang melakukan reboisasi, lanjut Wisnu, adalah dari pihak swasta. Sedang dari pihaknya, Wisnu akan menyinkronkan beberapa programnya untuk menghijaukan Patiayam. Termasuk dengan wisata jeep yang kini tengah digagas oleh beberapa pihak di Patiayam.“Nanti kami coba asosiasikan dengan wisata tersebut,” katanya.Dengan rincian program yakni siapa yang berwisata ke jeep Patiayam diharapkan bisa membawa bibit tanaman untuk turut menanam di seputaran kawasan Patiayam. Hanya, kata Wisnu, semua perlu kesadaran bersama.“Sekali lagi memang harus ada kesadaran bersama,” terangnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler