Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Bisa saja inflasi, pangkalan juga bisa semakin banyak,” ucap Kabid Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Imam Prayitno.

Meski demikian, sisi baiknya adalah subsidi dari gas elpiji melon bisa dialihkan ke ranah yang lain. Karena diakui atau tidak, banyak warga dari kalangan mampu yang masih membeli gas melon bersubsidi.

“Jadi bisa tepat sasaran untuk ranah yang lain,” katanya.

Pihaknya pun akan mengawasi kebutuhan elpiji di Kabupaten Kudus secara keseluruhan. Hal tersebut dikarenakan pihaknya tidak memiliki kewenangan terkait elpiji 3 kg bersubsidi. Sama halnya seperti bahan bakar minyak (BBM).

“Masyarakat juga bisa memilih apakah tetap akan menggunakan elpiji 3 kg yang sudah non subsidi atau ke elpiji 5,5 kg ataupun malah akan beralih ke elpiji 12 kg,” terangnya.

Sementara itu David Budi Agung, salah satu agen elpiji di Kudus menyatakan pihaknya bersama agen – agen elpiji lainnya tetap menunggu informasi selanjutnya dari pemerintah. “Semua agen akan menunggu kelanjutan dari wacana tersebut,” terangnya.
Sementara itu David Budi Agung, salah satu agen elpiji di Kudus menyatakan pihaknya bersama agen – agen elpiji lainnya tetap menunggu informasi selanjutnya dari pemerintah. “Semua agen akan menunggu kelanjutan dari wacana tersebut,” terangnya.Seperti Diketahui, Pemerintah berencana menghapus subsidi elpiji 3 kg mulai semester dua tahun ini. Subsidi akan diberikan langsung ke warga yang berhak, dan harga elpiji 3 kg akan menjadi harga pasar.Diperkirakan, harga elpiji 3 kg nanti akan mencapai Rp 35.000 per tabung. Saat elpiji 3 kilogram menjadi harga pasar, maka subsidi akan diberikan langsung ke warganya. Sebelumnya, di Kudus dalam Perbub sudah diatur bahwa HET elpiji 3 kg ditingkat pangkalan sebesar Rp 16.000.Di pasaran seharusnya adalah Rp 18.000 per tabung. Namun faktanya, di pasaran berkisar antara Rp 20.000 – Rp 22.000 per tabung. Bahkan bisa lebih dari harga tersebut. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler