Subsidi Gas Melon Dicabut, Begini Kata Dinas Perdagangan Kudus
Anggara Jiwandhana
Sabtu, 18 Januari 2020 09:55:07
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
“Bisa saja inflasi, pangkalan juga bisa semakin banyak,” ucap Kabid Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Imam Prayitno.
Meski demikian, sisi baiknya adalah subsidi dari gas elpiji melon bisa dialihkan ke ranah yang lain. Karena diakui atau tidak, banyak warga dari kalangan mampu yang masih membeli gas melon bersubsidi.
“Jadi bisa tepat sasaran untuk ranah yang lain,” katanya.
Pihaknya pun akan mengawasi kebutuhan elpiji di Kabupaten Kudus secara keseluruhan. Hal tersebut dikarenakan pihaknya tidak memiliki kewenangan terkait elpiji 3 kg bersubsidi. Sama halnya seperti bahan bakar minyak (BBM).
“Masyarakat juga bisa memilih apakah tetap akan menggunakan elpiji 3 kg yang sudah non subsidi atau ke elpiji 5,5 kg ataupun malah akan beralih ke elpiji 12 kg,” terangnya.
Sementara itu David Budi Agung, salah satu agen elpiji di Kudus menyatakan pihaknya bersama agen – agen elpiji lainnya tetap menunggu informasi selanjutnya dari pemerintah. “Semua agen akan menunggu kelanjutan dari wacana tersebut,” terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



