Geger Kabar Penculikan Bocah SD di Kudus, Begini Penjelasan Polisi
Anggara Jiwandhana
Selasa, 21 Januari 2020 19:11:46
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kabarnya, pelaku merupakan dua orang pria yang mengendarai sepeda motor. Para pria itu disebut sempat hendak membawa YA, namun gagal setelah bocah itu berteriak dan dipergoki warga.
Aksi yang diduga penculikan ini terjadi saat YA pulang sekolah berjalan kaki di seputaran jalan Dukuh Dopang, Megawon, Kecamatan Jati. Aksi itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB.
Namun kabar tentang penculikan ini dibantah polisi. Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo mengatakan jika kabar burung tersebut tidaklah benar.
Bambang menyebut, jika yang terjadi bukanlah penculikan. Melainkan dua orang yang diduga menculik baru sebatas akan menawarkan bantuan.
“Setelah kami tanya baik bapak, ibu, dan anaknya, ternyata hanya sebatas awe-awe (memanggil) saja,” katanya.
Soal YA yang sempat berteriak dan menangis, kata Bambang, merupakan kebiasaan yang diajarkan orangtua YA pada dirinya. Orang tua YA memang mengajarkan apabila ada orang tak dikenal membujuk YA, maka YA harus teriak dan menangis.
“Karena itulah YA menangis, sekali lagi untuk penculikan tidak ada,” tegasnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



