Kudus Bakal Manfaatkan Mesin CAS untuk Stabilkan Harga Komoditas
Anggara Jiwandhana
Rabu, 29 Januari 2020 18:29:30
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Mesin ini diklaim mampu menyimpan dan mempertahankan kualitas produk tani dalam waktu yang lama. Hingga harga komoditas tersebut kembali stabil di pasaran.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan jika mesin tersebut bakal diperuntukkan untuk mengatasi apabila terjadi komoditas yang anjlok harga di pasaran. Sehingga membuat petani mengalami kerugian.
Pihaknya mencontohkan, apabila harga bawang merah di pasaran sedang anjlok, maka mesin CAS akan dipergunakan untuk menyimpan bawang merah. Setelah harga stabil, bawang merah baru akan dikeluarkan di pasaran.
“Daripada harus dijual dengan harga murah, lebih baik disimpan dulu, ” terangnya ketika meninjau mesin CAS, Rabu (29/1/2020).
Sedang General Manajer PT PAM Agung Subani menjelaskan jika CAS merupakan sistem yang mengombinasikan teknologi pendingin dengan teknologi pengkondisian udara (O2, CO2, N2, Ethylene dan RH).
“Itu sebagai alat penyimpan produk komoditi hortikultura dalam jangka waktu yang lebih panjang dari metode konvensional,” ucapnya.
Untuk jenis komoditas yang bisa diawetkan di Mesin CAS, kata Agung, di antaranya bawang merah, cabai, buah-buahan dan sayuran.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



