Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengharapkan peran aktif dari para camat hingga kepala desa dalam memperhatikan warganya terkait pendataan warga yang berhak mendapatkan keikutsertaan JKN PBI.

Hal tersebut dikarenakan pihaknya tidak ingin ada masyarakat tidak mampu yang tidak tercover dan terlewat dalam pendataan. Apalagi sampai menimbulkan opini publik seakan-akan Pemerintah Daerah hanya diam.

“Saya tidak ingin seperti itu, masyarakat tidak mampu harus tercover semua dalam JKN PBI ini,” ucapnya.

Terlebih dengan adanya kenaikan iuran BPJS yang dirasa menambah problem masyarakat kurang mampu di Kudus, dan berpengaruh dalam jumlah keikutsertaan masyarakat di BPJS. Dari proses validasi sendiri, Pemkab Kudis mendaftarkan sebanyak 47 ribu masyarakat miskin di BPJS.

“Sedang untuk masyarakat tidak mampu yang lain akan dibantu melalui Jamkesda, hanya tetap menggunakan surat keterangan tidak mampu,” ujarnya.

Oleh karena itulah, peran camat hingga kepala desa diminta untuk melayani dengan cepat dalam permasalahan ini.

“Camat, lurah, maupun kades harus sigap melayani SKTM dan benar-benar memperhatikan warga miskinnya,” terangnya.Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto menjelaskan peserta JKN di Kudus meliputi peserta pekerja penerima upah yang telah terdata saat ini ada 305.392 jiwa.Kemudian peserta pekerja bukan penerima upah 77.557 jiwa, peserta bukan pekerja 11.423 jiwa, peserta PBI APBN 211.534 jiwa , peserta PBI APBD Provinsi Jateng 9.010 jiwa.“Mulai bulan Februari PBI APBD Kudus ada sebanyak 47.721 jiwa,” terangnya. (nap) Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler