Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti saat meninjau harga bawang putih di Pasar Bitingan, Rabu (5/2/2020) mengatakan, stok bawang putih memang tengah menipis.

Walau masih ada, kuantitasnya tidak sebanyak hari-hari biasanya. Kenaikan harga dalam beberapa hari ke depan pun diperkiran bakal terjadi untuk komoditas tersebut. Dikarenakan kenaikan harga pada distributor.

“Sekarang ada yang Rp 46 ribu ada yang Rp 48 ribu tergantung jenisnya, kami harapkan dalam dua pekan ke depan masih bisa stabil,” katanya.

Sementara salah satu penjual bawang putih Kunyati menyebut, jika sejak melambungnya harga bawang putih, jualannya kini melesu. Jika pada hari-hari normal pihaknya bisa menjual hingga 20 kilogram, kini tak lebih dari lima kilogram.

“Sekarang sedang sepi karena harganya yang melambung tinggi,” ujarnya.

Baca: Dampak Corona, Harga Bawang Putih Impor di Kudus Melonjak Tajam

Sedangkan Kristiyanto (45), salah satu pengusaha kerupuk di Kudus yang menggunakan bawang putih sebagai bahan dasar mengatakan, pihaknya tidak melakukan menyetok bawang putih seperti biasanya. Untuk saat ini, pihaknya hanya membeli sesuai kebutuhan saja.
Sedangkan Kristiyanto (45), salah satu pengusaha kerupuk di Kudus yang menggunakan bawang putih sebagai bahan dasar mengatakan, pihaknya tidak melakukan menyetok bawang putih seperti biasanya. Untuk saat ini, pihaknya hanya membeli sesuai kebutuhan saja.“Saya biasanya beli lima kilogram untuk stok, tapi saat ini hanya satu kiloan saja untuk kebutuhan produksi,”  ucapnya.Pihaknya pun mengetahui jika penyebab mahalnya harga bawang putih adalah karena adanya wabah virus corona. Sehingga memengaruhi harga bawang putih.“Ini kan bawang putih cutting import dari cina, mereka sedang kena wabah corona, jadi mahal,” katanya.Walau mahal, pihaknya tetap akan membeli bawang putih jenis kating asal Tioongkok tersebut. Karena rasa dari bawang putih kating impor dari Tiongkok memiliki rasa yang kuat. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler