Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Seperti diketahui, bawang putih terutama jenis kating yang beredar di Indonesia diimpor dari Tiongkok. Sementara sejak virus corona menyebar, impor komoditas ini menjadi terhambat. Akibatnya, kelangkaan terjadi di sejumlah tempat, termasuk di Kudus.

Selain bawang putih, telur, dan cabai merah di kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kota Kretek pada Februari 2020. Yakni sebesar 0,39 dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 103,77.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus menyebut, empat kelompok pengeluaran lain juga menjadi penyebab inflasi di bulan Febuari lalu. Yakni kelompok pengeluaran rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,17 persen.

Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 0,12 persen. Ada juga kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,16 persen. Serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen.

Baca juga:

Sementara untuk kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok penurunan jasa pribadi dan lainnya sebesar 0,11 persen. Kemudian kelompok perlengkapan dan peralatan rumah tangga sebesar 0,31 persen.
Selanjutnya adalah kelompok transportasi sebesar 0,32 dan kelompok komunikasi, informasi, dan jasa keuangan sebesar 0,55 persen.“Serta kelompok kesehatan dan pendidikan masih sama dan stabil,” ucap Kepala BPS Kudus Rahmadi Agus Santosa, Selasa (3/3/2020).Ia mengklaim, angka ini terbilang rendah dibanding kota dan kabupaten pembanding lain. Di antaranya Cilacap dengan inflasi 0,49 persen, Purwokerto dengan inflasi 0,58 persen, serta Kota Semarang sebesar  0,43 persen.Inflasi di Kudus juga masih lebih tinggi dari Kota Surakarta yang tercatat sebesar 0,41 persen. “Inflasi di Kudus juga masih lebih tinggi dari Tegal yang inflasinya sebesar 0,38 persen,” tambahnya.Sedang secara nasional pada bulan Febuari lalu mengalami inflasi sebesar 0,28 persen dengan indeks harga 104,62 persen. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler