Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Jahe ini dianggap sebagian masyarakat Kudus ampuh untuk mencegah virus yang merebak dari Tiongkok tersebut.

Salah satu warga yang mulai rutin mengonsumsi jahe merah tersebut adalah Sri Wahyuni, warga Desa Mlati Norowito, Kecamatan Kota, Kudus. Sebelum isu wabah corona merebak dirinya mengaku jarang sekali mengonsumsi jahe merah.

“Saya baru-baru ini saja mengonsumsinya, saat wabah (corona) mulai merebak ini,” ucapnya saat ditemui ketika sedang berbelanja di Pasar Kliwon, Kudus, Rabu (4/3/2020).

[caption id="attachment_183738" align="alignnone" width="1280"] Salah satu warga Kudus tengah membeli jahe merah di Pasar Kliwon. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]

Inisiatif untuk mengonsumsi jahe merah, lanjut Sri, berasal informasi dari internet. Dia menceritakan jika awal mula mengetahui informasi tersebut saat berselancar di dunia maya terkait bagaimana cara menghalau virus corona.

“Akhirnya saya nemu cara yang murah ini, walau sekarang harga jahe merah cukup tinggi, tidak apa-apa,” terangnya.

Senada, Kris, pembeli lainnya juga mengatakan jika pihaknya lebih suka mengonsumsi jahe merah dengan campuran rempah-rempah lain. Seperti serai, temulawak, kunyit dan lainnya. “Saya memang sudah sering mengonsumsi ini,” katanya.

Baca: Pasien Corona  Bisa Sembuh, Ganjar: Masyarakat Jangan PanikDengan meluasnya wabah virus corona ini pun membuat pihaknya semakin meningkatkan konsumsi minuman rempahnya. “Biasanya saya seharisekali mengkonsumsinya,” terangnya.Sementara salah satu pedagang yang menyediakan jahe merah di Pasar Kliwon, Warno mengatakan jika permintaan jahe merah tiap harinya cenderung meningkat. Peningkatannya, dikatakan sudah dimulai sejak beberapa pekan lalu.Akibatnya, jahe merah pun sedikit mengalami kelangkaan. Harganya di pasaran kini naik menjadi Rp 70 ribu per kilogram, dari harga awal sekitar Rp 60 ribu. “Sudah naik sejak sebulan lalu memang, untuk saat ini stok memang menipis,” ucapnya.Sementara untuk jahe biasa dan jahe jari masih dipatok dengan harga kisaran Rp 45 ribu. Komoditas tersebut, diambilnya dari Kecamatan Dawe. “Sedang untuk jahe merah tadi dari Ambarawa,” terangnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler