Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengambil langkah-langkah antisipasi dini. Di antaranya dengan mengeluarkan instruksi pembatasan kegiatan massal yang melibatkan 30 orang atau lebih di wilayah Kabupaten Kudus.

Selain itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo juga menginginkan untuk memasang alat pengukur suhu tubuh atau thermoscanner di tempat-tempat keramaian.

Jika diketahui pengunjung memiliki suhu badan di atas 38 derajat, maka prosedur yang berlaku akan diterapkan.

“Nanti kemudian akan di-screening. Namun sementara kami gencarakan sosialisasi terlebih dahulu,” katanya, Sabtu (14/3/2020).

Untuk saat ini menurutnya, masyarakat diminta meningkatkan budaya hidup sehat, dan membiasakan cuci tangan dengan sabun. Warga yang mengalami gangguan kesehatan, seperti batuk dan flu diminta langsung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Baca juga: 
Sementara itu, Kepala Dinas Kesahatan Kabupaten (DKK) Kudus Joko Dwi Putranto mengatakan pihaknya masih kesulitan dengan pengadaan thermoscanner dengan skala besar karena keterbatasan anggaran. Hal tersebut dikarenakan anggaran disusun sebelum kemunculan virus covid-19.“Karena sudah terplotkan di masing-masing kebutuhan, jadi akan susah jika diadakan sekarang,” ujarnya.Pihaknya juga tidak bisa menggunakan dana cadangan yang disiapkan untuk kebencanaan. Hal tersebut dikarenakan status Kabupaten Kudus kini masih dalam taraf aman dari virus corona.“Lain hal dengan Solo (statsunya KLB corona). Itu juga adalah kebijakan dari pemda nanti jika kudus dinyatakan darurat,” terangnya.Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler