Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pasien, diketahui bernama Sukarsih (29) berasal dari Kabupaten Pati. Sukarsih, merupakan seorang tenaga medis di RS Mardirahayu. Dia, menjalani masa isolasinya selama 16 hari.

Kepada awak media, ia mengatakan jika dirinya bahkan tidak menyadari jika terkena Covid-19. Awal mula dia dirawat karena penyakit nyeri haid dan diare pada tanggal 25 Maret 2020.

Namun dalam perjalanannya, Sukarsih mengalami batuk kering dan sesak napas. Oleh karena itu, tambahnya, dokter menyarankan untuk dilakukan scan thorax pada 27 Maret 2020. Hasil scan pun menunjukkan indikasi positif Covid-19.

“Sebelumnya saya sudah berstatus ODP saat dirawat pertama kali, hasil scan keluar, status saya naik jadi PDP dan diisolasi,” ucapnya pada awak media, Kamis (9/4/2020) sore.

Baca: Cerita Mantan PDP Asal Jepara saat Isolasi Diri: Rajin Minum Vitamin, Berkebun, dan Yakin Sembuh

Saat diisolasi, lanjutnya, Sukarsih pun di-rapid test dan dites swab masing-masing satu kali. Ketika hasil rapid test menyatakan dia positif, maka hari itu juga dia dites menggunakan uji swab. “Saya dites swab dua kali, tanggal 28 Maret dan 29 Maret,” lanjutnya.

Saat masa isolasi, kata Sukarsih, dia merasa dirinya sudah cukup baik. Keluhan awal seperti batuk, diare, dan sesak napas pun sudah tak dirasakannya. Walau demikian, katanya, dia harus tetap diisolasi hingga hasil swab keluar.

“Namun pada 3 April saya dinyatakan positif, saya harus diisolasi lagi dan dicek swab lagi, saya cukup down waktu itu,” sambungnya.

Kemudian tanggal empat dan lima April, katanya, dicek swab kembali untuk memastikan lagi apakah hasil masih tetap positif. Hingga pada akhirnya hasil swab keluar. Dia, dinyatakan negatif pada 8 April dan diperbolehkan pulang.
Kemudian tanggal empat dan lima April, katanya, dicek swab kembali untuk memastikan lagi apakah hasil masih tetap positif. Hingga pada akhirnya hasil swab keluar. Dia, dinyatakan negatif pada 8 April dan diperbolehkan pulang.“Dokter bilang saya sudah tidak bisa menularkan lagi,” katanya.Baca: Kabar Baik! Pasien Corona dari Pamotan Rembang Sudah SembuhIa pun berharap para PDP di Kudus yang kini tengah dirawat bisa bersemangat dalam menghadapi virus ini. Dia mengatakan, kuncinya dari kesembuhannya adalah bahagia dan mengikuti anjuran dari dokter yang merawat.“Kami harap semua pasien PDP bisa terus berjuang untuk sembuh, kuncinya bahagia,” teranganya.Sementara pihak RS Mardi Rahayu mengatakan telah merawat pasien PDP maupun positif Covid-19 sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh Kemenkes.“Kami menjalankan standar operasional yang ada untuk merawat semua pasieb Covid-19 ini,” terangnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler