DPRD Soroti Penanganan Covid-19 di Kudus: Lambat dan Sepotong-potong
Anggara Jiwandhana
Selasa, 28 April 2020 11:26:34
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Masan juga menganggap pemerintah masih lamban dalam mengatasi penyebaran virus yang kini cukup merebak di Kudus. Di mana saat ini sudah ada 19 pasien positif Covid-19 yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kudus.
“Selama ini, kami menilai kinerja pihak eksekutif masih tergolong lamban dan gerakannya terkesan sporadis dan sepotong-potong,” katanya.
Soal penanganan yang sepotong-potong, ia menilai pemkab seharusnya tidak berfokus pada masalah di hulu saja. Melainkan masalah-masalah di hilir yang sampai saat ini dianggapnya kurang diperhatikkan.
Dicontohkan, tingkat kesadaran para pengunjung dan pedagang di pasar tradisional dalam memakai masker yang masih rendah. Jika organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tidak diberi anggaran, maka masyarakatnya sama saja dibiarkan terpapar virus corona.
“Jangan hanya fokus pada Dinas Kesehatan, tetapi pencegahan di hilirnya tidak diperhatikan tentunya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona juga sulit direalisasikan,” ujarnya.
Baca: Kesadaran Warga Kudus Pakai Masker di Pasar Masih Rendah
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



