Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Masan juga menganggap pemerintah masih lamban dalam mengatasi penyebaran virus yang kini cukup merebak di Kudus. Di mana saat ini sudah ada 19 pasien positif Covid-19 yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kudus.

“Selama ini, kami menilai kinerja pihak eksekutif masih tergolong lamban dan gerakannya terkesan sporadis dan sepotong-potong,” katanya.

Soal penanganan yang sepotong-potong, ia menilai pemkab seharusnya tidak berfokus pada masalah di hulu saja. Melainkan masalah-masalah di hilir yang sampai saat ini dianggapnya kurang diperhatikkan.

Dicontohkan, tingkat kesadaran para pengunjung dan pedagang di pasar tradisional dalam memakai masker yang masih rendah. Jika organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tidak diberi anggaran, maka masyarakatnya sama saja dibiarkan terpapar virus corona.

“Jangan hanya fokus pada Dinas Kesehatan, tetapi pencegahan di hilirnya tidak diperhatikan tentunya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona juga sulit direalisasikan,” ujarnya.

Baca: Kesadaran Warga Kudus Pakai Masker di Pasar Masih Rendah

Oleh karena itulah pihaknya meminta masing-masing OPD yang memiliki peran dalam penanganan Covid-19 di bagian hilir bisa diberi anggaran pencegahan.“Plt bupati Kudus sebagai pihak yang berwenang dapat segera memperhatikan hal ini. Karena saat ini waktu yang tepat mengingat sedang ada perubahan anggaran,” tegasnya.Terkait program pembangunan 2020, tambahnya, anggaran yang dipotong tidak masalah, karena saat ini sedang fokus penanganan Covid-19. Dengan harapan tren perkembangan kasus Covid-19 bisa turun.“Ketika upaya sosialisasi sudah dilakukan, maka tindakan terhadap masyarakat yang tidak memperhatikan protokol kesehatan harus semakin jelas dan tegas,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler