Produksi Kue Lebaran Rumahan di Kudus Lesu Diterjang Corona
Anggara Jiwandhana
Rabu, 13 Mei 2020 15:04:46
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Arif Nur Habibi, salah satu pelaku usaha kue kering rumahan di Kudus mengaku tahun ini adalah tahun paling berat selama dia produksi. Arif sendiri telah menekuni usaha tersebut sejak 10 tahun terakhir.
“Tahun ini paling berat. Jumlah produksi menurun karena permintaan berkurang,” katanya saat ditemui di rumah produksinya di kawasan Desa Purwosari, Kudus, Rabu (13/5/2020).
Pada MURIANEWS, Arif menjelaskan sebelum pandemi corona, dia bersama belasan pegawainya bisa mengolah adonan hingga dua ton menjelang Lebaran. Namun kini, saat corona mewabah, pihaknya hanya mengolah sekitar 800 kilogram saja.
“Jumlah pegawai kami juga berkurang karena memang produksinya berkurang,” ujarnya.
Waktu produksi juga sempat tersendat beberapa waktu lalu. Arif menjelaskan, jika biasanya dia dan karyawannya sudah beroperasi saat momen Dandangan dibuka, kini dia baru mulai beroperasi saat puasa pertama.
Yang paling berdampak dari pengurangan produksi tersebut, katanya, jelas pada omzet. Di masa Lebaran sebelumnya biasanya menjual puluhan kardus kue ke sejumlah daerah via offline.
“Satu kardusnya berisi 24 kue aneka macam, per toplesnya Rp 12 ribu,” jelasnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



