Kopiah Berbahan Karung Goni dari Kudus Laris Hingga Luar Negeri
Anggara Jiwandhana
Kamis, 14 Mei 2020 09:51:35
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Terlebih menjelang Idul Fitri pesanan semakin meningkat.
Warna yang khas dan modelnya yang tampak klasik jadi salah satu daya tarik dari kopiah yang dibuat di industri rumahan tersebut.
Marwoto, salah satu perajin kopiah karung goni asal Padurenan, Kudus mengatakan, permintaan pesanan tak hanya dari dalam kota saja. Melainkan juga dari luar Kabupaten Kudus.
Seperti di Semarang, Yogyakarta, daerah Jawa Timur, Tangerang hingga dari Korea Selatan. “Kami memasarkannya memang di online, jadi permintaannya tak hanya dari dalam kota saja,” katanya, Kamis (14/5/2020).
Untuk harga sendiri, lanjut Marwoto, satu kopiah karung goninya yang polos dibanderol dengan harga Rp 30 ribu. Sementara jika ada motifnya, dibanderol dengan harga Rp 35 ribu.
“Dalam sehari kami mampu membuat 100 peci karung goni,” lanjut dia.
Untuk ide awal pembuatannya, kata dia, berawal dari perayaan tahunan untuk peringatan hari jadi dan berdirinya Masjid Al Aqsha Kudus pada bulan Maret 2020 yang menampilkan nuansa klasik.
“Di sana kami lihat ada bahan karung goni yang ikut digunakan dalam hiasan kegiatan tersebut,” lanjutnya.
Kemudian, sambung Marwoto, muncul ide untuk membuat peci dari bahan serupa dan hasilnya memang banyak diminati masyarakat. Setelah banyak peminat, dia menambah variasi kerajinannya.“Saya kembangkan dengan membuat topi serta tas dengan bahan yang sama, dengan harga sekitar Rp 40 ribu sampai Rp 80 ribu,” lanjutnya.Walaupun di tengah pandemi corona seperti ini, lanjutnya, kopiah karung goni buatannya masih banyak peminatnya. Terlebih menjelang Lebaran seperti saat ini.Untuk bulan lalu, dia mengaku, sudah berhasil menjual sekitar 3.000 buah kopiah “Karena kopiah karung goni memang juga bisa untuk bergaya santai, tak hanya untuk ibadah saja,” terangnya.Sementara soal bahan, karung goni yang digunakan bukanlah limbah. Melainkan karung goni baru yang memang diperoleh dari produsennya langsung.“Kami juga membuka toko di Jalan Raya Besito Kudus jika ingin melihatnya langsung,” jelas dia. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha
Warna yang khas dan modelnya yang tampak klasik jadi salah satu daya tarik dari kopiah yang dibuat di industri rumahan tersebut.
Marwoto, salah satu perajin kopiah karung goni asal Padurenan, Kudus mengatakan, permintaan pesanan tak hanya dari dalam kota saja. Melainkan juga dari luar Kabupaten Kudus.
Seperti di Semarang, Yogyakarta, daerah Jawa Timur, Tangerang hingga dari Korea Selatan. “Kami memasarkannya memang di online, jadi permintaannya tak hanya dari dalam kota saja,” katanya, Kamis (14/5/2020).
Untuk harga sendiri, lanjut Marwoto, satu kopiah karung goninya yang polos dibanderol dengan harga Rp 30 ribu. Sementara jika ada motifnya, dibanderol dengan harga Rp 35 ribu.
“Dalam sehari kami mampu membuat 100 peci karung goni,” lanjut dia.
Untuk ide awal pembuatannya, kata dia, berawal dari perayaan tahunan untuk peringatan hari jadi dan berdirinya Masjid Al Aqsha Kudus pada bulan Maret 2020 yang menampilkan nuansa klasik.
“Di sana kami lihat ada bahan karung goni yang ikut digunakan dalam hiasan kegiatan tersebut,” lanjutnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



