Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Hartopo mengaku yakin jika menyelesaikan sisa kasus terkonfirmasi positif corona di kabupaten ini.
“Kami akan berusaha bulan Juli sudah selesai kasus corona di Kudus ini,” katanya, Kamis (14/5/2020).
Landasan prediksi itu menurutnya adalah mulai menurunnya angka kasus positif dan naiknya persentase kesembuhan pasien corona.
Menurutnya, total Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga hari ini ada sebanyak 206 orang. Dari jumlah tersebut, kini hanya tersisa sekitar 18 orang yang masih dirawat. “Kebanyakan sudah pulang sehat dan dinyatakan negatif,” ujarnya.
Selain itu, tambah dia, rumah sakit rujukan lini satu yakni RSUD Dr Loekmono Hadi Kudus kini juga sudah zero kasus pasien positif Covid-19.
“Saat ini rumah sakit yang masih menangani pasien corona yakni RS Mardi Rahayu,” jelas Hartopo.
Baca: 367.477 Keluarga di Grobogan Terkena Dampak Pandemi CoronaIa juga mengatakan, saat ini masih ada lima pasien corona yang masih dalam perawatan dan menunggu hasil swab terakhir. Pasien yang masih dirawat ini berasal dari dalam dan luar wilayah.
Ia juga mengatakan, saat ini masih ada lima pasien corona yang masih dalam perawatan dan menunggu hasil swab terakhir. Pasien yang masih dirawat ini berasal dari dalam dan luar wilayah.“Saya mengharapkan Kudus bisa segera keluar dari zona merah, dan kembali menjadi zona hijau,” jelas Hartopo.Diketahui sebelumnya, RSUD Loekmono Hadi Kudus mengumumkan nol kasus pasien corona yang dirawat di rumah sakit itu, Kamis (14/5/2020). Hal ini seiring dengan sembuhnya lima pasien yang tersisa.Lima pasien tersebut, dua di antaranya merupakan tenaga kesehatan yakni satu dokter dan satu perawat. Sementara tiga sisanya merupakan masyarakat Kudus yang terpapar corona dari luar wilayah.Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dr Andini Aridewi menjelaskan, sampai saat ini sudah ada beberapa notifikasi terkait hasil swab belasan tenaga kesehatan.“Secara informal, hasilnya negatif, namun kami masih menunggu notifikasi resmi dari pihak laboratorium,” jelas Andini. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha
MURIANEWS, Kudus – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus memprediksi kasus corona di Kabupaten Kudus akan berakhir pada pertengahan Juni hingga Juli 2020 mendatang.
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Hartopo mengaku yakin jika menyelesaikan sisa kasus terkonfirmasi positif corona di kabupaten ini.
“Kami akan berusaha bulan Juli sudah selesai kasus corona di Kudus ini,” katanya, Kamis (14/5/2020).
Landasan prediksi itu menurutnya adalah mulai menurunnya angka kasus positif dan naiknya persentase kesembuhan pasien corona.
Menurutnya, total Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga hari ini ada sebanyak 206 orang. Dari jumlah tersebut, kini hanya tersisa sekitar 18 orang yang masih dirawat. “Kebanyakan sudah pulang sehat dan dinyatakan negatif,” ujarnya.
Selain itu, tambah dia, rumah sakit rujukan lini satu yakni RSUD Dr Loekmono Hadi Kudus kini juga sudah zero kasus pasien positif Covid-19.
“Saat ini rumah sakit yang masih menangani pasien corona yakni RS Mardi Rahayu,” jelas Hartopo.
Baca: 367.477 Keluarga di Grobogan Terkena Dampak Pandemi Corona
Ia juga mengatakan, saat ini masih ada lima pasien corona yang masih dalam perawatan dan menunggu hasil swab terakhir. Pasien yang masih dirawat ini berasal dari dalam dan luar wilayah.
“Saya mengharapkan Kudus bisa segera keluar dari zona merah, dan kembali menjadi zona hijau,” jelas Hartopo.
Diketahui sebelumnya, RSUD Loekmono Hadi Kudus mengumumkan nol kasus pasien corona yang dirawat di rumah sakit itu, Kamis (14/5/2020). Hal ini seiring dengan sembuhnya lima pasien yang tersisa.
Lima pasien tersebut, dua di antaranya merupakan tenaga kesehatan yakni satu dokter dan satu perawat. Sementara tiga sisanya merupakan masyarakat Kudus yang terpapar corona dari luar wilayah.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dr Andini Aridewi menjelaskan, sampai saat ini sudah ada beberapa notifikasi terkait hasil swab belasan tenaga kesehatan.
“Secara informal, hasilnya negatif, namun kami masih menunggu notifikasi resmi dari pihak laboratorium,” jelas Andini.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha