Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Jumlah tersebut didapat dari penambahan pada hari Jumat (12/6/2020) sebanyak enam kasus, dan Sabtu (13/6/2020) sebanyak sebelas kasus. Sehingga total penambahan hingga hari ini berjumlah 17 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi secara umum merincikan, delapan kasus berasal dari dalam wilayah. Sementara sembilan kasus lainnya berasal dari luar wilayah.

Delapan kasus tersebut, lanjut dia, berasal dari Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Jekulo dan Kecamatan Mejobo masing-masing dua orang. Kemudian Kecamatan Jati dan Undaan masing-masing satu orang.

“Dua orang dari Kecamatan Kaliwungu memiliki riwayat kontak dengan pasien positif, sementara enam pasien dari kecamatan lainnya merupakan kasus baru karena tak miliki riwayat kontak,” kata dia.

Sementara untuk sembilan pasien dari luar wilayah, lanjut Andini, lima kasus baru di antaranya berasal dari Kabupaten Demak, tiga kasus selanjutnya berasal dari Kabupaten Jepara, dan satu kasus berasal dari Jember.

“Skrining jalan terus, konsekuensinya akan lebih cepat terdeteksi. Adanya alat uji juga jadi semakin cepat mendeteksi,” kata Andini.

Saat ini sendiri, lanjutnya, di Kabupaten Kudus sendiri terdapat sebanyak 165 OTG terpantau. Jumlah tersebut, belum termasuk OTG yang bisa saja berkeliaran di kerumunan.

"Yang bahkan orang itu sendiri tidak sadar jika dia adalah OTG," lanjutnya.
"Yang bahkan orang itu sendiri tidak sadar jika dia adalah OTG," lanjutnya.Oleh karena itulah, pihaknya mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.Mulai dari selalu memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menerapkan jaga jarak dari aktivitas sosial maupun jaga jarak fisik antarmanusia."Asupan gizi juga harus dijaga dan seimbang," jelasnya.Hingga berita ini diturunkan, kasus corona di Kabupaten Kudus kini mencapai 118 kasus. Dengan rincian 81 kasus dalam wilayah dan 37 kasus luar wilayah.Dari 81 kasus tersebut, terdapat 33 kasus dirawat, 14 kasus isolasi, sembuh 29 kasus dan meninggal 5 kasus.Untuk kasus luar wilayah dari 37 kasus terdapat 19 kasus dirawat , 15 kasus sembuh dan 3 kasus meninggal.Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler