Untuk penambahan kasus dalam wilayah sendiri berasal dari Kecamatan Jati dan Kecamatan Undaan masing-masing tiga orang, Kecamatan Jekulo dua orang, dan satu dari Kecamatan Kota.
Sementara untuk tujuh kasus luar wilayah, berasal dari Kabupaten Demak empat orang dan Kabupaten Jepara tiga orang.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan, empat pasien dalam wilayah baru memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit.
“Kemudian lima kasus lainnya, memiliki kontak erat dengan pasien positif corona,” ucap Andini Minggu (21/6/2020) sore.
Selain itu, tambah dia, delapan dari sembilan pasien baru dalam wilayah juga melakukan isolasi mandiri. Hal tersebut dikarenakan mereka dinyatakan mampu melakukan isolasi mandiri.
“Sementara satu pasien lain harus dirawat di RS Mardi Rahayu dengan penyakit penyerta,” kata dia.
Selain mencatat adanya kenaikan kasus, gugus tugas juga mencatat adanya delapan kasus corona yang dinyatakan sembuh. Dengan rincian enam pasein dalam wilayah dan dua pasien luar wilayah.
Andini merincikan, enam pasien tersebut berasal dari Kecamatan Kaliwungu tiga pasien dan satu pasien masing masing dari Kecamatan Jati, Jekulo, dan Undaan.
Andini merincikan, enam pasien tersebut berasal dari Kecamatan Kaliwungu tiga pasien dan satu pasien masing masing dari Kecamatan Jati, Jekulo, dan Undaan.“Sedang kasus sembuh luar wilayah berasal dari Kabupaten Jepara dan Demak masing-masing satu kasus,” jelas Andini.Hingga berita ini diturunkan, kasus Covid-19 di Kudus sebanyak 166 kasus. Untuk kasus dalam wilayah, berjumlah 114 kasus. Dengan rincian 50 kasus dirawat, 22 kasus isolasi, sembuh 35 kasus dan meninggal tujuh kasus.Sementara untuk kasus luar wilayah berjumlahi 52 kasus. Di mana terdapat 25 kasus dirawat , enam kasus isolasi, 17 kasus sembuh, dan empat kasus meninggal dunia.Sementara untuk kasus OTG dipantau kini berjumlah 165 orang. Kemudian untuk Pasien Dalam Pengawasan berjumlah 99 PDP. 65 PDP diantaranya berasal dari dalam wilayah. Kemudian 34 PDP lainnya berasal dari luar wilayah.Dari 65 PDP dalam wilayah, ada sebanyak 22 PDP dirawat, 20 PDP isolasi, dan 23 PDP meninggal. Untuk PDP luar wilayah, dari 34 PDP, sebanyak 19 PDP dirawat, tujuh PDP isolasi, dan delapan PDP meninggal. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi
MURIANEWS, Kudus – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus kembali mencatat adanya 16 kasus baru corona di Kudus. Dengan rincian sembilan kasus dalam wilayah dan tujuh lainnya luar wilayah.
Untuk penambahan kasus dalam wilayah sendiri berasal dari Kecamatan Jati dan Kecamatan Undaan masing-masing tiga orang, Kecamatan Jekulo dua orang, dan satu dari Kecamatan Kota.
Sementara untuk tujuh kasus luar wilayah, berasal dari Kabupaten Demak empat orang dan Kabupaten Jepara tiga orang.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan, empat pasien dalam wilayah baru memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit.
“Kemudian lima kasus lainnya, memiliki kontak erat dengan pasien positif corona,” ucap Andini Minggu (21/6/2020) sore.
Selain itu, tambah dia, delapan dari sembilan pasien baru dalam wilayah juga melakukan isolasi mandiri. Hal tersebut dikarenakan mereka dinyatakan mampu melakukan isolasi mandiri.
“Sementara satu pasien lain harus dirawat di RS Mardi Rahayu dengan penyakit penyerta,” kata dia.
Selain mencatat adanya kenaikan kasus, gugus tugas juga mencatat adanya delapan kasus corona yang dinyatakan sembuh. Dengan rincian enam pasein dalam wilayah dan dua pasien luar wilayah.
Andini merincikan, enam pasien tersebut berasal dari Kecamatan Kaliwungu tiga pasien dan satu pasien masing masing dari Kecamatan Jati, Jekulo, dan Undaan.
“Sedang kasus sembuh luar wilayah berasal dari Kabupaten Jepara dan Demak masing-masing satu kasus,” jelas Andini.
Hingga berita ini diturunkan, kasus Covid-19 di Kudus sebanyak 166 kasus. Untuk kasus dalam wilayah, berjumlah 114 kasus. Dengan rincian 50 kasus dirawat, 22 kasus isolasi, sembuh 35 kasus dan meninggal tujuh kasus.
Sementara untuk kasus luar wilayah berjumlahi 52 kasus. Di mana terdapat 25 kasus dirawat , enam kasus isolasi, 17 kasus sembuh, dan empat kasus meninggal dunia.
Sementara untuk kasus OTG dipantau kini berjumlah 165 orang. Kemudian untuk Pasien Dalam Pengawasan berjumlah 99 PDP. 65 PDP diantaranya berasal dari dalam wilayah. Kemudian 34 PDP lainnya berasal dari luar wilayah.
Dari 65 PDP dalam wilayah, ada sebanyak 22 PDP dirawat, 20 PDP isolasi, dan 23 PDP meninggal. Untuk PDP luar wilayah, dari 34 PDP, sebanyak 19 PDP dirawat, tujuh PDP isolasi, dan delapan PDP meninggal.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi