Penyerahannya, dilakukan langsung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Komisi E DPRD Jawa Tengah pada Plt Bupati Kudus HM Hartopo, di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (3/7/2020) pagi.
“Jogo Tonggo Kit ini kami berikan untuk stimulan supaya perannya lebih aktif lagi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo.
Isi dari Jogo Tonggo Kit sendiri, kata dia, adalah sejumlah peralatan standar untuk melindungi masyarakat dari virus corona.
Terdiri dari sebanyak sepuluh set APD sipil, sepuluh pasang sarung tangan dan sepatu boots, alat penyemprot otomatis satu buah,
hand sanitizer 50 liter, cairan disinfektan 30 liter, kemudian masker kain 1.000 buah.
“Ada juga satu buah
thermo gun dan satu paket modul tentang penanganan Covid-19,” ujarnya.
Prabowo menyebut, kasus corona di daerah Jawa Tengah memang tengah naik akibat
tracing yang massif. Oleh karena itu, Jogo Tonggo bisa jadi solusi yang tepat untuk menanggulangi penyebaran tersebut.
Sejumlah langkah dalam Jogo Tonggo, tambahnya, adalah seperti deteksi dini. Dalam artian, pihak desa mendata golongan-golongan yang rentan tertular. Seperto balita, lansia, dan ibu hamil.
“Kemudian ditingkatkan imunitasnya, ini juga berlaku untuk semua masyarakat,” lanjutnya.
Salah satu cara yang mampu meningkatkan imunitas, sambungnya, adalah dengan menjaga hidup yang bersih dan sehat. Mulai dari makan-makanan bergizi, hingga rajin mencuci tangan dengan sabun.“Jika sudah terbiasa maka imunitas akan tinggi, sehingga bisa terhindar dari berbagai jenis penyakit, termasuk corona ini,” tandasnya.Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menyebutkan, Kabupaten Kudus sendiri telah menerapkan sistem Jogo Tonggo tersebut. Masing-masing satgas desa, lanjut dia, diakui memiliki kebijakannya masing-masing.“Ada yang membuat portal, ada yang harus lapor saat masuk, kebijakannya beda-beda,” kata Hartopo.Dengan adanya Jogo Tonggo kit tersebut, pihaknya berharap peran satgas di tingkat kecamatan maupun desa juga terus ditingkatkan. Sehingga dapat menekan angka penebaran virus corona. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha
MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menerima bantuan berupa Jogo Tonggo Kit sebanyak 132 unit dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng. Nantinya peralatan ini akan disebar ke seluruh desa di Kudus.
Penyerahannya, dilakukan langsung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Komisi E DPRD Jawa Tengah pada Plt Bupati Kudus HM Hartopo, di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (3/7/2020) pagi.
“Jogo Tonggo Kit ini kami berikan untuk stimulan supaya perannya lebih aktif lagi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo.
Isi dari Jogo Tonggo Kit sendiri, kata dia, adalah sejumlah peralatan standar untuk melindungi masyarakat dari virus corona.
Terdiri dari sebanyak sepuluh set APD sipil, sepuluh pasang sarung tangan dan sepatu boots, alat penyemprot otomatis satu buah, hand sanitizer 50 liter, cairan disinfektan 30 liter, kemudian masker kain 1.000 buah.
“Ada juga satu buah thermo gun dan satu paket modul tentang penanganan Covid-19,” ujarnya.
Prabowo menyebut, kasus corona di daerah Jawa Tengah memang tengah naik akibat tracing yang massif. Oleh karena itu, Jogo Tonggo bisa jadi solusi yang tepat untuk menanggulangi penyebaran tersebut.
Sejumlah langkah dalam Jogo Tonggo, tambahnya, adalah seperti deteksi dini. Dalam artian, pihak desa mendata golongan-golongan yang rentan tertular. Seperto balita, lansia, dan ibu hamil.
“Kemudian ditingkatkan imunitasnya, ini juga berlaku untuk semua masyarakat,” lanjutnya.
Salah satu cara yang mampu meningkatkan imunitas, sambungnya, adalah dengan menjaga hidup yang bersih dan sehat. Mulai dari makan-makanan bergizi, hingga rajin mencuci tangan dengan sabun.
“Jika sudah terbiasa maka imunitas akan tinggi, sehingga bisa terhindar dari berbagai jenis penyakit, termasuk corona ini,” tandasnya.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menyebutkan, Kabupaten Kudus sendiri telah menerapkan sistem Jogo Tonggo tersebut. Masing-masing satgas desa, lanjut dia, diakui memiliki kebijakannya masing-masing.
“Ada yang membuat portal, ada yang harus lapor saat masuk, kebijakannya beda-beda,” kata Hartopo.
Dengan adanya Jogo Tonggo kit tersebut, pihaknya berharap peran satgas di tingkat kecamatan maupun desa juga terus ditingkatkan. Sehingga dapat menekan angka penebaran virus corona.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha