Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Masih aman, kami belum berencana menambah alokasi gas melon atau tiga kilo ini,” ucap Kepala Seksi Fasilitasi Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Teddy Hermawan, Kamis (9/7/2020) pagi.

Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini banyak sektor, lesu diterjang corona sehingga juga berdampak pada penurunan permintaan elpiji. Termasuk di antaranya hajatan-hajatan maupun syukuran keberangkatan haji.

Selain itu, sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM), kata dia, juga terpengaruh. Sehingga permintaan elpiji dari sektor UMKM dimungkinkan juga berbeda dengan sebelumnya.

“Kalaupun ada lonjakan permintaan, PT Pertamina biasanya menambah alokasi hingga empat persen dari kebutuhan rata-rata per bulan,” lanjutnya.

Teddy menambahkan, keberadaan pengecer elpiji 3 kg keliling juga berperan dalam menstabilkan penyerapan elpiji bersubsidi tersebut. Karena sebelumnya, elpiji habis diborong pedagang kaki lima atau sektor kuliner rumahan.

Wajar saja, kata dia, permintaan elpiji selama pandemi Covid-19 cenderung stabil. “Karena mereka pendistribusiannya meluas, penjualan elpiji juga bisa hingga tingkat pelosok desa," jelas dia.
Wajar saja, kata dia, permintaan elpiji selama pandemi Covid-19 cenderung stabil. “Karena mereka pendistribusiannya meluas, penjualan elpiji juga bisa hingga tingkat pelosok desa," jelas dia.Untuk diketahui, penyaluran elpiji sepanjang Januari-Mei 2020 di Kudus mencapai 3.658.440 tabung. Atau sekitar 42,67 persen dari alokasi sebesar 8,57 juta tabung selama 2020.Penyaluran tertinggi terjadi pada bulan Mei 2020 yang mencapai 776.080 tabung. Kemudian April 731.560 tabung, Maret sebanyak 723.360 tabung, dan Februari 2020 sebanyak 686.000 tabung.“Sementara Januari 2020 sebanyak 741.440 tabung,” tandasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler