Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi mengkonfirmasi hal tersebut. Andini mengatakan, evaluasi terkait status zona memang dilakukan Gugus Tugas nasional tiap pekannya.

“Kabupaten Kudus statusnya sudah turun kembali menjadi oranye,” kata Andini via telepon, Rabu (15/7/2020) siang.

Walau menurun, Andini tetap mewanti-wanti agar masyarakat tetap patuh protokol kesehatan. Mengingiat kurva penularan corona di Kota Kretek masih mengalami kenaikan.

“Harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang berlaku,” ujarnya.

Andini menambahkan, standar pengukuran perubahan warna zona, salah satunya adalah terkait kapasitas atau daya tampung rumah sakit. “Tidak hanya dari jumlah kasusnya saja,” jelas dia.

Sementara hingga Rabu siang, GTPP Covid-19 Kudus mencatat ada sebanyak 419 kasus. Dengan rincian 298 kasus dalam wilayah, dan 121 kasus dari luar wilayah.

Baca: Kudus Zona Merah, Alun-Alun dan Balai Jagong Kembali Ditutup Mulai Malam IniDari 298 kasus dalam wilayah, ada 56 kasus dirawat. Kemudian ada 87 kasus isolasi mandiri. Untuk kasus sembuh sendiri, angkanya sudah tembus 123 kasus. Semetara untuk kasus kematian juga naik menjadi 32 kasus.Kemudian untuk kasus luar wilayah, tambahnya, ada sebanyak 14 pasien dirawat, 54 pasien jalani isolasi mandiri dan 40 pasien sembuh.Kasus kematiannya sendiri ada sebanyak 12 kasus. Ditambah ada satu kasus yang tengah dirujuk. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler