Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari jumlah tersebut, masih ada sebanyak 53 pasien dirawat dan 88 orang pasien menjalani isolasi mandiri. Sementara untuk angka kesembuhannya sudah mencapai 127 kasus pasien sembuh.

“Serta angka kematiannya menjadi 32 pasien meninggal,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi, Kamis pagi.

Andini mengatakan, peningkatan kasus masih dimungkinkan terjadi. Mengingat pihak Gugus Tugas masih melakukan tracing terhadap sejumlah kontak erat pasien corona.

“Selain itu, adanya mesin RT PCR juga bisa mempercepat diagnosa pasien, sehingga lajunya cenderung cepat,” rinci dia.

Pola persebaran dan penularan virus di Kota Kretek sendiri, kata dia, sudah mengalami perubahan pola. Pada kasus awal, pola penularan virus adalah karena adanya perjalanan ke daerah terjangkit.

Namun kini, lanjutnya, pola persebaran sudah menjadi transmisi lokal. “Oleh karena itulah kami berharap masyarakat tertib menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Untuk status zona penularan virus corona, Kudus kini menjadi zona oranye atau risiko sedang. Setelah pekan lalu, Kudus masuk zona merah penyebaran corona.

“Evaluasi terkait status zona memang dilakukan gugus tugas nasional tiap pekannya,” kata dia.

Walau menurun, Andini tetap mewanti-wanti agar masyarakat tetap patuh protokol kesehatan. Mengingiat kurva penularan corona di Kota Kretek masih mengalami kenaikan.“Harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang berlaku,” ujarnya.Andini menambahkan, standar pengukuran perubahan warna zona, salah satunya adalah terkait kapasitas atau daya tampung rumah sakit. “Tidak hanya dari jumlah kasusnya saja,” jelas dia.Untuk diketahui, Kabupaten Kudus juga menangani sejumlah pasien dari luar Kota Kretek. Sampai saat ini sendiri, sudah ada 123 pasien luar wilayah yang ditangani.Dari jumlah tersebut, masih ada sebanyak 16 pasien yang dirawat di Kudus. Kemudian ada sebanyak 51 pasien luar wilayah yang menjalani isolasi mandiri.Sementara untuk angka kesembuhan pasiennya mencapai 43 pasien. Serta angka kasus meninggal mencapai 12 pasien. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler