Kudus Tak Bakal Terapkan Karantina Wilayah, Ini Alasannya
Anggara Jiwandhana
Selasa, 21 Juli 2020 10:46:11
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
“Jepara, Pati itu transitnya di Kudus, kami tidak bisa membatasi atau karantina wilayah,” kata Hartopo, Selasa (21/7/2020).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus itu mengatakan, jika Kudus juga merupakan kota perdagangan. Sehingga jika diterapkan karantina wilayah, akan sangat memengaruhi sektor tersebut.
Oleh karenanya, Hartopo mengajak semua elemen untuk mawas diri. Dia juga minta semua elemen selalu memiliki inovasi untuk menyesuaikan diri dengan kenormalan baru. “Ini untuk memproteksi diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Hartopo mengakui, sampai saat ini tingkat kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan semakin menurun. Persentasenya bahkan di angka 50 persen ke bawah. “Cenderung menganggap sudah normal,” jelas dia.
Hingga saat ini sendiri, kasus corona di Kudus tercatat mencapai 534 kasus. Dengan rincian 392 kasus dalam wilayah dan 142 kasus luar wilayah.
Untuk rincian kasus dalam wilayah, ada sebanyak 57 pasien dirawat, 93 pasien menjalani isolasi mandiri, 196 kasus pasien sembuh, dan 46 kasus pasien meninggal.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



